Lahat, Halosumsel –
Masyarakat Desa Tunggul Bute Kecamatan Kota Agung telah melakukan penyetopan dan penyekatan akses Jalan di Desa Tunggul Bute Kecamatan Kota Agung Kabupaten Lahat terhadap kendaraan PT Supreme Energy Rantau Dedap dan Subkontraktornya yang melintas di kawasan tersebut.

Dengan adanya penyekatan terhadap kendaraan perusahaan untuk melintasi jalan tersebut, akhirnya masyarakat Desa Tunggul Bute dan PT SERD dilaksanakan mediasi oleh Pemerintah Desa Tunggul Bute dengan pihak PT SERD yang dalam pelaksanaannya tetap dilakukan protokol kesehatan Covid-19.

Hadir dalam mediasi ini, Kapolsek Kota Agung, Iptu Henrinadi, SH, MH, Kepala Puskesmas Kota Agung, Perwakilan PT SERD Onika Sari, Babinsa Koramil 405-09/KA, Serka Suryadi, Kanit Binmas Kota Agung Bripka Periyansa, Kanit Intelkam Kota Agung Aipda Jupriadi, Kades Tunggul Bute Syarifwari dan Anggota BPD serta para Kadus Desa Tunggul Bute, Rapat koordinasi tersebut dimoderatori oleh Tim Gugas, yakni Desi selaku tenaga kesehatan Puskesmas Kota Agung memberikan arahan dan sambutan terkait rapat mediasi.

Kepala Desa Tunggul Bute, Syarifwari mengucapkan terimakasih atas kehadiran Tripika Kecamatan Kota Agung dan UPTD Kesehatan Puskesmas Kota Agung.

“Saya berharap, pihak PT SERD memberikan perhatiannya kepada warga yang terpapar Covid-19 yang harus diisolasi mandiri di desa atau di rumahnya,” kata Kades

Sementara Kapolsek Kota Agung, Iptu Henrinadi, SH, MH menjelaskan tentang aturan hukum PPKM Mikro serta tentang apa Saja tugas pokok Posko PPKM Mikro.

“Saya menekankan, agar Posko PPKM Mikro melengkapi peralatan untuk penanganan warga yang terpapar Covid-19. Dengan ini saya minta selisih paham antara Pemerintah Desa Tunggul Bute dengan PT SERD diselesaikan dengan kekeluargaan, agar terciptanya kamtibmas yang kondusif,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Puskesmas Kota Agung, Ratna Tiurlan memberikan arahan tentang mematuhi Protokol Kesehatan serta menjelaskan tentang penanganan ciri-ciri orang yang terpapar Covid-19.

“Kami memberikan tindakan yang dilakukan oleh tim kesehatan terhadap pasien yang terpapar Covid-19 dan tracking yang kontak erat serta berharap kerjasama yang baik antara pihak PT SERD dengan Puskesmas Kota Agung. Apabila ada warganya yang dinyatakan oleh pihak perusahaan PT SERD reaktip, tolong diberikan informasi ke pemerintah setempat.

Pihaknya juga minta pihak perusahaan supaya karyawannya diperhatikan.

Untuk karyawan yang melakukan isolasi mandiri di desa ini, harus diberi bantuan berupa bahan pokok atau kebutuhan lainnya,” pungkasnya.

Dengan penyelesaian kasus penyekatan oleh Perangkat Desa akibat adanya pengembalian 2 warga Desa Tunggul Bute yang bekerja di PT. SERD, maka diusulkan beberapa bantuan alat medis.

“Permohonan bantuan alat antigen untuk tracking kontak dekat pasien reaktif mengingat keterbatasan alat tracking di Puskesmas. bantuan APD, sarung tangan, disinsfektan untuk keperluan petugas,” katanya.

Diusulkan juga, untuk pemulangan pasien reaktif selanjutnya dari PT. SERD, agar dapat bekerjasama dengan Gusgas dan PPKM setempat.

“Khusus pasien reaktif, masyarakat Desa meminta suplay makanan dan vitamin, mengingat kondisi keluarga yang kurang mampu. Terkait masalah penanganan kasus Covid-19, supaya dapat di selesaikan di tingkat Kecamatan,,”tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *