Palembang, Halo Sumsel, – Aksi turun kejalan melakukan pengalangan dana Untuk peralatan pertandingan yang dilakukan sejumlah atlit dari berbagai cabang olahraga Jum’at (13/8/2021).

Ruli pelatih anggar mengatakan aksi ini dilakukan karna sampai sekarang belum menerima peralatan untuk bertanding sedangkan Pekan Olahraga Nasional(PON) sudah dekat.

“Penggalangan dana ini akan dilaksanakan sampai kebutuhan kita tercukupi, dan yang jelas sampai ada tindak lanjut dari pihak KONI yang realistis,” Jelasnya.

Sementara itu Onal Atlit dari cabang gulat berharap dukungan penuh dari Provinsi Sumsel Melalui Koni dan Dispora untuk segera menyiapkan pertandingan karna waktu yang sangat singkat untuk memesan alat yang setandar nasional di pertandingan PON nanti.

“Karna perlengkapan ini adalah modal kami untuk bertanding, kalau kita mau bertanding tidak ada perlengkapan yang standar nanti akan didiskualipikasi,” Ujarnya.

Disisi lain Sekertaris Umum KONI Sumsel Suparman Romans menganggap aksi sejumlah atlit yang meminta sumbangan di jalan ini sangat memalukan, Pasalnya pihaknya sudah berapa kali mengajak rembuk.

“Mereka Meminta dari total pengajuan Proposal itu berjumlah 2,3 milyar sedangkan anggaran yang tersedia 1 milyar, Maka karna kita tau kalau dana ini kurang sudah beberapa kali kita ajak rembuk bagai mana kita bagi yang mana sekala prioritas sambil menunggu kebijakan pemerintah daerah terhadap Kekurangan kekurangan.

Dia juga menyampaikan agar ini transparan jadi kami minta spek peralatan karna kami tidak mau terbentur dengan peraturan Karna dana itu dana hibah yang diterima KONI tidak bisa dihibahkan lagi ke pihak lain harus itu berupa peralatan.

“Kami juga tentu nantinya kan dimintai pertanggungjawaban apakah barangnya benar, kwalipikasinya seperti apa dan kualitasnya seperti apa, karna kami mendapatkan dana hibah Tentu kami tidak bisa memberikan hibah lagi yang berupa uang, jadi kami minta mana spek dan kami yang beli dan kami yang melakukan transaksi pihak ketiga dari siapa produsen produsen tersebut,”jelasnya.

Mereka dengan berbagai alibi ada yang bersedia ada juga sebagian yang tidak lanjut suparman, jadi kita melihat esensinya bukan masalah ketersediaan peralatan tapi masalah nya mereka tidak diberikan wewenang untuk membeli peralatan sendiri.

” Cuma ada yang menurut kami pengajuanya sedikit bombastis, seperti anggar yang mengajukan dana sebesar 300 juta dan mereka tidak menerima hasil diskusi maka kami mengundang dari pihak pemprov untuk mencari solusi, dan kami juga sudah berupaya dengan berkoneksi dengan pihak ketiga yang mau menalangi dengan resiko Kalaupun nantinya di APBD tidak ada perubahan dana itu akan jadi resiko mereka,”pungkasnya.

Dia juga menyampaikan sebenarnya ini sudah teratasi dan tidak ada lagi masalah, Ternyata tampa melakukan koordinasi mereka Turun ke jalan dan ini sangat mempermalukan kita semua.

Dia menyampaikan akan menindak tegas akan mengembalikan pelatih dan atlit yang melakukan aksi tersebut dengan mengembalikan mereka ke pengurus pemprov untuk diganti pelatih dan atlit yang mengikuti aksi turun kejalan itu. Dino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *