JAKARTA, Halosumsel-Perang 5 Hari 5 Malam di Palembang berlangsung pada tanggal 1 sd 5 Januari 1947, adalah perang semesta bersama rakyat Palembang dan Sumbagsel (pada saat itu 5 provinsi masih satu wilayah ).
Perang yg tidak seimbang , tentara kolonial yang terlatih dengan peralatan perang yang jauh lebih canggih, tidak membuat gentar para pejuang pribumi , perang ini juga berbuntut belanda minta “Ceasefire” .
Perang 5H5M ini tidak kalah sengit dan dahsyatnya dengan perang 10 Nopember Surabaya dan Bandung lautan api, bahkan boleh disebut lebih berkecamuk dan mendebarkan.
Kegiatan ini digelar bertujuan antara lain:
-Untuk mengenang dan mengapresiasi jasa- jasa para pejuang/pahlawan perang 5h5m Palembang
-Untuk mendiseminasi dan menginformasikan kepada seluruh masyarakat Sumbagsel khususnya dan secara nasional umumnya
-Agar generasi penerus bangsa dan negara konsisten dan komitmen meneladani nilai nilai kepahlawanan, ketulusan dan rela berkorban serta sikap yang hubbul wathon minal Iman.
Kegiatan ini dilaksanakan kerjasama IKAL TAPLAI dan Supported KAMSRI, TP.Sriwijaya dan PUSKASS Batang Sembilan Institut
18 Des 2021 di Jakarta .
Beberapa Narasumber yg insya Allah siap hadir al :
-Prof Dr.Emil Salim
-Jendr.TNI (HOR) Dr. (HC) Agum Gumelar
-Laks Muda TNI Prof.Dr. Setyo Harnowo (Ketua Forum Bela Negara Indonesia)
-Brigjen TNI (Marinir) Yuliandar KD Tuah. (Dir.Binlak Taplai Lemhanas RI)
Keynote Speaker :
DR.(HC) PUAN MAHARANI (Ketua DPR RI)
Dalam rangkaian Hari Bela Negara 19 Des 2021 terasa lebih pas momentumnya karena setiap individu adalah wajib Bela Negara baik secara pisik maupun non pisik, tantangan kita sebagai Warga bangsa ke depan di era digital ini lebih beragam format dan dan cara-cara nya
Spektrum Bela Negara sangat luas, substansinya adalah ketulusan kerelaan berbhakti dan berkorban pada negara dan bangsa baik secara sponitas dipinta maupun tidak , sesuai dg bidang keahlian dan profesi masing2. Seperti yang telah dilakukan para pejuang pahlawan perang 5h5m, Begitu ujar M.Syarman Tjik.NG. ( Pendiri KAMSRI, Kesatuan Angkatan Muda Sriwijaya) .
Tidak kalah urgen dan mendesak kisah historis Perang 5h5m ini untuk terekam (dalam Buku Bumi Sriwijaya bersimbah Darah karya Abihasan Said) dapat diteladani khususnya generasi muda Sumbagsel, tidak lucu jika para pejabat khususnya di Sumbagsel tidak mengertidan tidak tahu tentang Perang 5H5M di Palembang ini.Tutur DR.S.Aminullah sebagai Ketua Pelaksana.
***

