Palembang Halosumsel- BertempatRapat di Aula Makorem 044/Gapo Danrem Gapo Brigjen TNI Naudi Nurdika memimpin rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsi Sumatera Selatan
Selasa 14 Juni 2022 di Palembang
Dijelaskan Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Naudi Nurdika yang juga Komandan Satuan Tugas Operasional Karhutbunla di Sumsel ,
Rapat Satgas ini diselenggarakan sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Sumsel tentang Pembentukan Posko Sagas Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Karhutbunla di Provinsi Sumatera Selatan.
“Saya mengharapkan kerja samanya dalam menanggulangi Karhutbunla ini
marilah kita saling berkerja sama, bahu membahu antara satu dengan yang lainnya untuk bersama sama bekerja keras dalam menanggulangi Karhutla ini”, harap Dansatgas.
Agar semua instansi yang terlibat langsung untuk mensosialisasikan masalah Karhutla ini dengan memberikan penjelasan kepada masyarakat agar tidak membakar lahan pada saat membuka kebun apa lagi pada areal lahan gambut, “tegas Naudi
Menurut Dansatgas Brigjen TNI Naudi Nurdika,” kunci dari permasalahan dari karhutbunla ini adalah pencegahan,kita harus banyak melakukan pencegahan jangan sampai sudah terjadi kebakaran hutan dan lahan,’ menurut Jenderal Bintang Satu di Pundaknya ini.
Sementara itu Kepala BPBD Provinsi Sumsel Iriansyah mengatakann, agar seluruh instansi yang terkait dalam penanggulangan Karhutla, bahu membahu membantu penanganan Karhutla agar pada tahun ini dapat ditekan angka hotspot dengan kendala lahan gambut yang luas dan cuaca yang panas.
“Mari kita sosialisasikan kepada masyarakat diseluruh wilayah yang di daerahnya rawan kebakaran dan kami dari pihak BPBD Sumsel siap membantu sepenuhnya”, terangnya.
Sementara itu, dari BMKG Nandang Wibowo menjelaskan, bahwa situasi prakiraan cuaca dan iklim kedepan yang akan dihadapi di wilayah Sumsel akan memasuki musim kemarau dan untuk pencegahan Karhutla. “Sekarang ini kita sudah memasuki masa transisi dimana kita sudah merasakan cuaca yang sangat panas pada siang hari tidak seperti biasanya, secara umum musim kemarau di wilayah Sumsel akan dimulai bulan Juli dan September jelas Nandang
Menurut Nandang,” BMKG mencatat bulan mei hotspot mengalami cukup tinggi di dua kabupaten di Ogan Komering Ilir dan Muaraenim,
Kondisi hujan masih saat ini karena peningkatan la Nina lemah menjadi la Nina moderat pada bulan awal Maret hingga akhir Mei dan kita prediksi puncak kemarau di bulan Juli dan September untuk Wilayah Sumsel,” tutup nya. Sofuan

