PALI,Halosumsel- Pertamina Eksplorasi Produksi (PEP) Adera Field menambah sebesar 2.424 BOPD (barel oil per day). Penambahan produksi ini berasal dari sumur pengembangan Benuang BNG-D1 (BNG-52) pada kondisi jepitan open flow.
General Manager Zona 4, Agus Amperianto,
mengatakan total gross revenue yang diberikan kepada negara dari sumur BNG-D1 atau BNG-52 sebesar USD 218,160 per hari. “Dengan investasi pengeboran pengembangan sebesar USD 5,514,603, pengembalian investasi dapat dicapai dalam waktu 26 hari,”kata Agus.
Sebelumnya, PEP Adera Field berhasil menemukan hidrokarbon sebesar 3.111 barel minyak ekuivalen per hari (barrel oil equivalent per day/BOEPD) dari target 496 BOEPD, atau 627% dari target.
Produksi ini didapat dari pengeboran sumur pengembangan BNG-B1 yang berlokasi di Desa Benuang, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.
Keberhasilan ini merupakan sebuah prestasi mengingat target awal produksi dari sumur ini adalah 70 barel kondensat per hari (barrel condensate per day /BCPD), atau 3.463% dari target.
Keberhasilan pengeboran pengembangan ini berpotensi menambah cadangan minyak inplace di blok D Benuang sebesar 34,83 Million Stock Tank Barrels (MMSTB) sehingga membuka peluang untuk pengembangan struktur Benuang.
Menurut Agus efisiensi biaya dan waktu dapat dicapai tanpa mengesampingkan aspek safety dan pengelolaan lingkungan hidup.
Sementara Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Anggono Mahendrawan, menyebutkan bahwa temuan ini merupakan pencapaian yang sangat baik sebagai hasil dari upaya yang selama ini dilakukan oleh PHR.
“Sebagai salah satu Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) yang memiliki target pengeboran paling banyak di tahun 2022 ini, PHR memang harus berupaya lebih masif untuk menemukan cadangan-cadangan migas di wilayah operasi,” ujar Anggono.
Anggono menambahkan SKK Migas akan memberikan dukungan terhadap rencana-rencana pengeboran yang dijalankan oleh semua KKKS, khususnya di wilayah Sumbagsel, termasuk PHR.
“Penemuan ini akan berkontribusi pula terhadap pencapaian target produksi migas nasional. Harapannya semua target yang diberikan kepada PHR dapat terpenuhi dan produksi terus meningkat. Kita wajib optimis bahwa target produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada tahun 2030 dapat diwujudkan,” tutup Anggono. (ida syahrul/ril)

