Jakarta, Halosumsel- Menteri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati atau dikenal dengan Bintang Puspayoga menegaskan peringatan Hari Ibu tidak sekedar ucapan menghadiri peringatan Hari Ibu yang diselenggarakan ucapan terima kasih kepada ibu dan perempuan. Namun lebih dari itu bagaimana memberikan apresiasi atas peran dan dedikasi perempuan bagi kemajuan masyatakat Indonesia.
“Esensinya tidak sekedar berterima kasih atas peran ibu yang sangat istimewa. Namun bagaimana semua pemangku kepentingan dalam masyarakat untuk memberikan perhatian dan eksistensinya dalam berbagai sektor,” katanya.
Namun sayangnya kalau belajar dari sejarah dan konstitusi serta melihat data dan indeks pemberdayaan dan pembangunan gender masih jadi PR panjang dan perlu perjuangan yang sangat dalam.
Menurut Menteri PPPA Bintang Puspayoga perlu dipahami bersama ketertinggalan bukan karena perempuan lemah. Melainkan kontruksi sosial yg sudah berlangsung dan berabat abad.
Peringatan Hari Ibu Sembilan Organisasi Wanita Sumbagsel untuk pertama kalinya, digelar bersama di Gedung PBSDM Kementerian Dalam Negeri, Selasa (13/12).
Kesembilan organisasi dimaksud masing-masing, Persatuan Wanita Palembang Sumatera Selatan (PWP-SS),
Srikandi TP Sriwijaya, Putri Bumi Sriwijaya (PBS), Forum Komunikasi Ibu-Ibu Sumatera Selatan (FK-IISBS),
Yayasan Palembang Sumatera Selatan (YPP-SS), Persatuan Wanita
Lampung (Perwala) dan Persatuan Wanita Jambi (Perwaja), Persatuan Ibu-ibu Bangka Belitung (PPIB) dan Sekato Bengkulu.
Menurut Ketua Panitia Penyelenggara Hj Anisdja Djuita Tatung even nasional ini diisi dengan berbagai kegiatan masing-masing upacara seremonial peringatan Hari Ibu ke 94 tahun. pemberian penghargaan kepada tokoh-tokoh Sumbagsel diantaranya pemberian penghargaan kepada perempuan lintas generasi yang pada masa mudanya beliau ikut berjuang membela negara. Tokoh perempuan dimaksud merupakan anggota veteran yang masih sehat dan menginspirasi. Tokoh tersebut
Hj Delima Tatung
Kegiatan bazar kuliner dan UMKM unggulan yang berasal dari wilayah Sumbagsel, fashion show Perempuan Berkain BELAJASUMBA (Bengkulu, Lampung, Jambi, Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.
Pada kegiatan ini selain menghadirkan ragam busana etnik Sumbagsel juga didukung oleh lima designer-designer asal Sumbagsel.
Pgelaran seni budaya berupa lima tarian menjadi satu tari medley yang berasal dari Sumbagsel.
“Diharapkan sinergitas ini akan menjadi sebuah harmoni dan eksistensinya tidak hanya sampai disini saja namun akan terus berkesinambungan pada masa masa yang akan datang,” katanya.
Menurut Anisja Djuita Tatung yang akrab dipanggil Wiwiet Tatung kegiatan ini diadakan secara serentak dengan thema “Perempuan Sumatera Bagian Selatan Bersatu untuk Indonesia Maju”
“Semua ini kami lakukan untuk mengangkat dan melestarikan budaya daerah sehingga semakin dikenal baik secara nasional maupun international,” kata Wiwiet.
Di sisi lain katanya, momen ini penting guna memotivasi perempuan se Sumatera Bagian Selatan khususnya dan kaum perempuan Indonesia umumnya. Hal ini dimaksud agar perempuan Indonesia terus berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup melalui pengembangan kemampuan di berbagai bidang, agar perempuanpun bisa semakin berdaya saat diberikan kesempatan yang sama. (***)

