Palembang, Halosumsel – Hadiri undangan masyarakat, Bakal Calon Walikota (Bacawako) Palembang, Yudha Pratomo Mahyuddin laksanakan sholat Subuh berjamaah dan sarapan bersama di masjid Jamik Kecamatan Gandus Jalan Kadir TKR, Sabtu (02/09/2023)

Mulai dari sholat Subuh berjamaah hingga mendengarkan tausiah dan diakhiri dengan sarapan bersama para jemaah Yudha Pratomo Mahyudin yang akrab di sapa (YPM) ini tampak khusyuk mengikuti rangkaian acara safari subuh tersebut.

Dengan memakai baju gamis panjang berwarna putih saat bersilaturahmi dengan masyarakat YPM yang seorang Bakal Calon Walikota Palembang ini tidak sedikitpun membahas tentang politik apalagi meminta masyarakat untuk memilih dirinya sebagai calon Walikota Palembang.

Kebanyakan dari setiap Caleg ataupun Bakal Calon walikota untuk memanfaatkan momen seperti ini untuk berkampanye, namun berbeda dengan Bakal Calon Walikota yang satu ini, YPM tidak sedikitpun memanfaatkan momen seperti ini untuk berkampanye.

Kehadiran kami dalam acara sholat subuh berjamaah yang dilanjutkan dengan sarapan bersama ini adalah bentuk penghormatan kami terhadap masyarakat yang telah mengundang kamipada kegiatan ini.

Ucap Yudha Pratomo Mahyudin yang merupakan Ketua DPC Partai Demokratis Kota Palembang sekaligus Bakal Calon Walikota Palembang ini.

YPM mengungkapkan bahwa tentu dirinya memiliki alasan tersendiri untuk tidak berkampanye dalam kegiatan ini.

“Sudah sepatutnya kami menghormati masyarakat dengan tidak berkampanye ataupun mengenalkan diri sebagai Bakal Calon Walikota nanti, serta tidak berbicara politik karena tujuan awal kedatangan kami kesini adalah untuk beribadah dan bersilahturahmi dengan masyarakat, dan bukan untuk berkampenye ataupun mengenalkan diri sebagai Bakal Calon Walikota nanti, serta tidak berbicara politik”, jelas YPM

Lebih lanjut YPM menuturkan bahwa sudah sepatutnya kita tidak merusak nilai nilai ibadah kita dengan hal hal yang bersifat duniawi, karena nilai ibadah lebih tinggi kedudukannya dari hal hal duniawi.

“Kita semua mengetahui bahwa nilai dan derajat ibadah yang lebih tinggi, jadi sudah seharusnya kita pun tidak menciderai nilai dan norma yang ada dengan membawa hal – hal duniawi kedalamnya, karena Ibadah dan politik memiliki tempat dan ruang tersendiri nantinya”, pungkas YPM. (Dino).