Palembang Halosumsel-Kabar tentang dugaan pemalsuan dokumen Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sumsel Babel mengejutkan dunia perbankan. Boni K MAKI mengungkapkan bahwa modus dan operandi kejahatan ini sangat berani, menciptakan ancaman serius terhadap stabilitas Bank SB,” ungkapnya melalui siaran pers Kamis (25/1/2024) Palembang
Lebih Jauh Boni mengatakan,”Pemalsuan dokumen RUPS, yang pernah menjadi isu di perbankan Amerika, kini muncul di Bank Sumsel Babel. Nasabah resah dan menarik dana simpanan serentak, menciptakan ketidakpercayaan terhadap manajemen perbankan. Pemberian kredit senilai lebih dari Rp. 4 triliun meningkatkan potensi kolektabilitas yang memprihatinkan.” Imbuhnya
Gubernur Sumsel, sebagai pemegang saham mayoritas, diharapkan mengambil langkah besar dengan mengganti pengurus Bank Sumsel Babel dan melakukan inventarisasi terhadap pemberian kredit. Bank Sumsel di ambang kehancuran karena kehilangan kepercayaan nasabah akibat pemalsuan dokumen ini.” Kata Boni
Indikasi pelanggaran aturan perbankan terlihat jelas, dengan pemberian fasilitas kepada Dewan Komisaris seolah-olah mereka adalah karyawan bank. Pengadaan barang jasa dan pemberian hibah yang tidak sesuai prosedur meningkatkan potensi kerugian Bank SB.
Penundaan pemanggilan Dewan Komisaris oleh Bareskrim menunjukkan adanya pemalsuan dokumen RUPS. Para anggota dewan tersebut menolak hadir, sedangkan Direktur Utama Achmad Syamsudin dilaporkan berada di Bangka, memperkuat kecurigaan terhadap kejanggalan ini.” Ungkapnya
Dalam menghadapi kondisi ini, Bareskrim perlu bertindak tegas. Dukungan masyarakat Sumsel sangat dibutuhkan untuk meningkatkan status penyelidikan dan melakukan penggeledahan besar-besaran demi mengumpulkan bukti yang diperlukan. Kasus RUPS Bank Sumsel menjadi ujian besar bagi Mabes Polri, memerlukan keberanian untuk mengungkap kebenaran di balik skandal ini,” harapnya.
Sofuan

