” LRT ini bisa jadi contoh di kota besar yang mulai macet dan padat. Jga mengubah budaya masyarakat menggunakan transportasi massal yang aman dan nyaman,” ujarnya seraya mengatakan LRT juga diharapkan dapat membuat masayarakat membudayakan antre.
Lebih jauh lanjut Jokowi, meski tidak mudah dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar namun dia meyakini lambat laun masyarakat akan terbiasa. Diapun mengatakan setelah Palembang, proyek ini akan dikembangkan di ibukota Jakarta.
“Untuk tahap awal ini dioperasionalkan untuk Asian Games,” ujarnya.
Di tempat yang sama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan LRT pertama di Indonesia ini memiliki kontruksi sepanjang 22,3 KM. Ada 13 stasiun yang dibangun di sepanjang jalur tersebut untuk mengangkut dan menurunkan penumpang di pusat-pusat kota serta fasilitas publik seperti pusat perbelanjaan dan sarana sosial Rumah Sakit Sumsel.
Diapun optimistis kehadiran LRT di Palembang bisa mengatasi kemacetan dan yang lebih penting lagi mengubah gaya hidup warga kota yang terbiasa menggunakan kendaraan pribadi menuju angkutan massal.
Saat ini dijelaskannya dari 13 stasiun baru 4 stasiun yang bisa dioperasikan. Masing-masing stasiun tersebut yakni Jakabaring, Pasar Cinde, Bumi Sriwijaya, dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. Namun kata Budi Karya saat beroperasi penuh pada awal Agustus mendatang seluruh stasiun sudah bisa digunakan.
Sementara itu Gubernur Sumsel Alex Noerdin menjelaskan, LRT merupakan salah satu proyek dari pemerintah pusat guna menunjang kelancaran Asian Games. Tak hanya LRT, sejumlah proyek lainnya meliputi jembatan Musi IV dan Musi VI juga dibangun untuk mengurai kepadatan kendaraan di Palembang bagian Ulu dan Ilir.
“Untuk kelancaran Asian Games, di Sumsel juga dibangun ruas tol Palembang-Indralaya, Ogan Ilir. Fly over, RS internasional dan lainnya. Semua ini tentu kita harapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumsel,” tutupnya.
(Rilis)

