PALEMBANG, Halosumsel – Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumatera Selatan, Jhon Heri, angkat bicara menanggapi insiden pengeroyokan yang menimpa dua jurnalis saat meliput aksi demonstrasi di depan Markas Polda Sumsel, Selasa (13/10/2026). Dua korban diketahui bernama Rachmad Kurniawan dari Tribun Sumsel dan Mulyadi dari PalTV.
Dalam pernyataan tegasnya, Jhon Heri mengutuk keras tindakan kekerasan tersebut dan mendesak aparat kepolisian bergerak cepat.
“Kito mengutuk keras penganiayaan terhadap wartawan dan minta pihak polisi mengusut dan menangkap pelakunyo,” ujar Jhon Heri.
Kronologi Kejadian
Insiden bermula ketika kedua jurnalis sedang menjalankan tugas peliputan aksi demonstrasi terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Simpang Flyover Polda Sumsel. Situasi memanas ketika terjadi perselisihan antara dua kelompok massa yang berada di lokasi yang berdekatan.
Rachmad Kurniawan yang tengah melakukan siaran langsung tiba-tiba dituduh hendak menusuk seseorang. Tuduhan itu memicu aksi pengeroyokan oleh lebih dari lima orang tak dikenal. Mulyadi yang berusaha melerai justru ikut menjadi sasaran kekerasan.
Akibat kejadian tersebut, kedua jurnalis mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk perawatan medis. Selain kekerasan fisik, para pelaku juga dilaporkan sempat merampas telepon seluler korban.
Desakan SMSI Sumsel
Jhon Heri menegaskan bahwa kekerasan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas jurnalistik tidak dapat ditoleransi. Ia menilai tindakan tersebut tidak hanya melanggar Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, tetapi juga mencederai kebebasan pers yang dijamin oleh hukum.
SMSI Sumsel mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini secara profesional dan transparan, serta menangkap seluruh pelaku yang terlibat. Jhon Heri juga meminta aparat keamanan untuk memberikan perlindungan kepada jurnalis yang sedang bertugas, baik dalam situasi kondusif maupun saat terjadi kericuhan.
Desakan serupa sebelumnya juga disampaikan SMSI Sumsel dalam berbagai kasus intimidasi terhadap wartawan di wilayah Sumatera Selatan, di mana Jhon Heri secara konsisten mengecam tindakan yang menghambat kerja jurnalistik dan menuntut penegakan hukum yang tegas.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan kasus pengeroyokan tersebut. SMSI Sumsel menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga pelaku ditangkap dan diadili sesuai hukum yang berlaku.
Sofuan

