Palembang, Halosumsel– Letaknya persis dijalan Lintas Tengah Sumatera. Berdiri kokoh diantara bangunan sekitarnya dengan cat yang didominasi warna putih bersih. Jika malam cahaya lampu semakin menambahkan anggun masjid ini. Masjid yang dibangun selain karena kecintaaan terhadap daerah dan sarana ibadah yang mumpuni untuk masyarakat disekitarnya serta dedikasi tinggi.
Masjid Delima. Mengingatkan kita pada nama perempuan ningrat trah Residen Abdul Rozak. Perempuan yang aktif semasa hidupnya, penuh dedikasi dan menjadi tokoh lintas generasi yang dihormati serta pemersatu keluarga. Almarhumah Delima Tatung.
Pada Rabu, (17/10) Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru didamping Bupati Lahat Bursah Zarnubi meresmikan pembangunan Masjid Delima ini.
Cuaca panas seperti tak menjadi masalah berarti bagi kedua tokok nomor satu ini, untuk bisa hadir guna melaksanakan serangkaian seremoni pemakaian Masjid Delima.
Penuh semangat.
Putri sulung Delima, Wiwiet Tatung mengguntingkan pita sebagai simbol resmi dibukanya Masjid Delima. Dia didamping salah satu adik laki-lakinya Apri Reza Fachtoni atau yang akrab dengan panggilan kecil Tony Tatung.
Masjid Delima dibangun Tony empat belas bulan lamanya. Dia rela merogoh kocek yang tidak sedikit demi mendiang ibunya tercinta. Putra ke empat dari sembilan bersaudara ini menyebut bahwa apa yang dia lakukan tidak akan pernah sebanding dengan jasa sang ibunda Mami Delima. Ibu yang melahirkannya, membesarakannya dengan segenap pengorbanan dan karena doa-doanya diq bisa sukses seperti sekarang.
“Ini adalah salah satu dedikasi saya kepada Mami. Apa yang saya lakukan tidak akan pernah bisa sebanding dengan besarkan arti Mami bagi saya. Cinta kasihnya, pengorbanannya, ketulusan dan kesabarannya. Sampaikanpun takkan bisa saya membalasnya,” kata Tony sendu.
Masjid Delima berlokasi di Desa Gunung Agung, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.
Masjid ini telah selesai dibangun pada awal tahun 2026. Masjid ini diharapkan akan menjadi pusat kegiatan keagamaan serta syiar Islam di wilayah Merapi Area.
Masjid Delima merupakan masjid Jami yang terdaftar di SIMAS Kementerian Agama. Berbagai sarana dan fasilitas tersedia disini. Diantaranya area parkir, ruang ibadah dengan kapasitas 500 jamaah, penyejuk udara (AC), ruang belajar (TPA/Madrasah), serta 9 unit kamar mandi/WC.
Pemakaian nama Delima selain sebagai sebuah dedikasi juga wakaf keluarga Syamsul Bahri (Tatung) ayahnya Tony.
“Masjid ini kami dedikasikan untuk Mami dan semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat khususmya di kawasan Merapi,” kata Toni Tatung.
Masjid Delima merupakan satu dari dua masjid terdahulu yang dibangun Kelurga Syamsul Bahri Umar untuk dapat digunakan masyarakat. Salah satunya yang berada di Komplek Polresta Palembang
Masjid ini diberi nama Sjamsul Bahri Oemar atau sering juga disebut Masjid Bahri Oemar) yang berlokasi di Jalan Gubernur H. Bastari, 8 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang. Masjid ini diresmikan pada 23 Desember 2021, dan dinamai dari sosok pahlawan perjuangan 45 asal Sumatera Selatan, Kolonel Inf. (Purn) H. Sjamsul Bahri Oemar atau akrab dipanggil Tatung.
Dari kejauhan terdengar kumandang suara azan berasal dari dari Masjid Delima. Pertanda panggilan sholat Zuhur segera tiba.
Didedikasi tanpa batas terdahap orang tua tercinta semoga menjadi ladang amal buat keluarga besar Syamsil Bahri dan juga bagi Tony Tatung khususnya. Aamiin. (Ida Syahrul)



