Palembang, Halosumsel- Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A kembali menggelar pertemuan lanjutan bersama  Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikramo, RM Fauwaz Diradja SH Mkn, zuriat Kesultanan Palembang Darussalam, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Palembang, TACB Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) , Aliansi Masyarakat Penyelamat Cagar Budaya (AMPCB),  Aliansi Penyelamat BKB. Juga  bersama Walikota Palembang Drs Ratu Dewa Msi dan jajaran, Rabu (17/12/2025) di aula Kesdam II Sriwijaya (Benteng Kuto Besak, Palembang) .

 

Pertemuan ini   terkait Pembangunan gedung baru Rumah Sakit (rs) dr. Ak Gani setinggi tujuh lantai di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) dimana proyek tersebut juga akan menggunakan dana Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) dari Pemerintah Provinsi Sumsel sebesar Rp53 miliar pada 2026  yang mendapat protes dari zuriat Kesultanan Palembang Darussalam dan masyarakat Palembang dan Sumsel.

 

Dalam pertemuan lanjutan bersama ini sempat dilakukan rapat bersama dilanjutkan pengecekan  salah satu ruangan di BKB yang rencananya akan dijadikan museum dan dilanjutkan dengan pengecakan Bastion BKB sebelah kanan yang mengarah ke Sungai Musi.

Sebelumnya Pangdam menggelar pertemuan pertama  di ruang tamu Pangdam II Sriwijaya, Rabu (10/12/2025) terkait permasalahan tersebut.

 

Dalam pertemuan lanjutan ini  Pangdam II Sriwijaya didampingi Asintel Kasdam II/Sriwijaya Kolonel Inf Yogi Muhamanto , Kakesdam II/Sriwijaya Kolonel Ckm dr. Maksum Pandelima, Sp.OT., M.M.R.S, Karumkit Tk II Ak Gani Kolonel Ckm Dr. dr. Nirwan Arief Sp.M.., M.H.Kes., M.A.R.S.,Kazidam II/Sriwijaya Letkol Czi Rahadian Firnandi,S.Hub.Int.

 

Hadir  dalam pertemuan lanjutan ini diantaranya Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikramo, RM Fauwaz Diradja SH Mkn , Vebri Al Lintani (Budayawan Palembang / Ketua Aliansi Penyelamat BKB, Dr. Wahyu Andhifani, S.S., M.M,  Dr. Kemas A.R. Panji (anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Palembang – Sejarawan dari UIN Raden Fatah Palembang),  Anggota TACB Provinsi Sumsel , Dr Sondang M. Siregar, Ari Siswanto, Drs Yudi Syarofi, Cahyo Sulistyaningsih, S.Sos, R.A. Farida (Zuriat), Kemas H Abdul Hamid (Zuriat Kemas- Sesepuh), Masagus A. Fathoni Husin Umrie (Zuriat Masagus), Raden Alex Sandi (Zuriat), Kgs. M Fashehulisan (Zuriat), Ketua tim Percepatan Pemajuan Kebudayaan Palembang (Tim 11), Hidayatul Fikri (Mang Dayat) dan Koordinator Aksi Aliansi Penyelamat BKB Raden Genta Laksana.

 

Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikramo, RM Fauwaz Diradja SH Mkn mengapresiasi pertemuan lanjutan tadi.

 

“ Tadi Pangdam mengundang unntu merealisasikan  rencana Kerjasama antara pihak Kodam II Sriwijaya dengan pihak Pemkot Palembang  yang sudah berproses dan juga memberikan kepada  zuriat Kesultanan Palembang Darussalam dan masyarakat Palembang  bahwa mereka (Kodam II Sriwijaya) mempunyai niat baik  untuk membuka akses ke Benteng Kuto Besak  untuk kepentingan kepariwisataan  di bagian depan saja,”katanya.

 

Selain itu dalam pertemuan lanjutan tersebut sudah ada kesepakatan bersama untuk memelihara bersama BKB.

 

“ Dan itu sudah darurat , mengingat BKB sekarang  sudah banyak yang perlu di direnovasi, dipelihara sementara pihak Kodam menurut Pangdam mempunyai keterbatasan dana  sementara pihak Pemkot Palembang tidak bisa masuk ke BKB karena  BKB bukan aset Pemkot, dengan adanya MoU mudah -mudahan BKB bisa terpelihara dan hal tersebut penting dilakukan segera,” katanya.

 

Vebri Al Lintani  yang merupakan Budayawan Palembang  dan sebagai Ketua Aliansi Penyelamat BKB menambahkan untuk revitalisasi yang komperhensif BKB belum dilakukan dan itu merupakan  program jangka panjang karena masih ada pembangunan gedung tujuh lantai pengembangan Rs dr Ak Gani Palembang dalam zona inti BKB oleh pihak Kesdam II Sriwijaya yang di protes oleh pihaknya  bersama zuriat Kesultanan Palembang Darussalam dan masyarakat Palembang.

 

“ Itu masih terus kita advokasi terutama dari kami pihak Aliansi Penyelamat BKB yang masih berjuang agar tidak ada bangunan tujuh lantai itu, tidak  hanya gedung tujuh lantai itu juga pembangunan-pembangunan lain ,”katanya.

Sedangkan untuk relokasi diantaranya Rs dr Ak Gani, relokasi Kesdam II Sriwijaya , asrama akan dilakukan dalam jangka panjang dan kebijakan relokasi tersebut tidak selesai di Pangdam II Sriwijaya tapi di pusat.

 

“ Kita berharap kebijakan Presiden , Menhan atau Kementrian Kebudayaan yang bisa mencari solusi untuk merelokasi aset-aset yang ada di Kodam tadi, itulah yang kita sebut dengan revitalisasi yang komperhensif , artinya masih jangka panjang, jadi kalau kita ngomong kesepakatan, kesepakatan baru tercapai antara pihak Pemkot Palembang dan pihak Pangdam untuk memanfaatkan bagian depan  BKB untuk akses ke pariwisataan dan pemeliharaan, misalnya bagian Lawang Borotan yang hampir roboh itu harus segera dilakukan pemeliharaan ,”katanya.

 

Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A memastikan akan menjaga dan merawat Benteng Kuto Besak .

 

“Insya Allah besok bisa kita kembangkan sama -sama, saya berterima kasih dengan pak  Wali kota nih ,” katanya.

 

Pangdam  bersyukur untuk penganggaran BKB ini pihaknya di bantu Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang.

 

“ Insya Allah bisa terealisasi ,”katanya.

 

Sedangkan Walikota Palembang Drs Ratu Dewa Ms mengatakan, pertemuan lanjutan ini di fasilitasi oleh Pangdam II Sriwijaya guna merevitalisasi BKB bagian depan.

 

“ Tadi sudah diskusi beberapa pengayaan materi yang segera akan kita susun  melalui MoU dan PKS, Insya Allah 2 minggu kedepan semuanya  sudah selesai , sekali lagi kita sudah di fasilitasi , sudah bisa masuk ke Benteng Kuto Besak ini, ini keren dan luar biasa dari bapak Panglima beserta pejabat utama dari Kodam II Sriwijaya  termasuk dari pihak Rumah Sakit Ak Gani,”katanya.

 

Ketua tim Percepatan Pemajuan Kebudayaan Palembang (Tim 11), Hidayatul Fikri (Mang Dayat) dan Koordinator Aksi Aliansi Penyelamat BKB Raden Genta Laksana.

 

Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikramo, RM Fauwaz Diradja SH Mkn mengapresiasi pertemuan lanjutan tadi.

 

“ Tadi Pangdam mengundang unntu merealisasikan  rencana Kerjasama antara pihak Kodam II Sriwijaya dengan pihak Pemkot Palembang  yang sudah berproses dan juga memberikan kepada  zuriat Kesultanan Palembang Darussalam dan masyarakat Palembang  bahwa mereka (Kodam II Sriwijaya) mempunyai niat baik  untuk membuka akses ke Benteng Kuto Besak  untuk kepentingan kepariwisataan  di bagian depan saja,”katanya.

 

Selain itu dalam pertemuan lanjutan tersebut sudah ada kesepakatan bersama untuk memelihara bersama BKB.

 

“ Dan itu sudah darurat , mengingat BKB sekarang  sudah banyak yang perlu di direnovasi, dipelihara sementara pihak Kodam menurut Pangdam mempunyai keterbatasan dana  sementara pihak Pemkot Palembang tidak bisa masuk ke BKB karena  BKB bukan aset Pemkot, dengan adanya MoU mudah -mudahan BKB bisa terpelihara dan hal tersebut penting dilakukan segera,” katanya.

 

Vebri Al Lintani  yang merupakan Budayawan Palembang  dan sebagai Ketua Aliansi Penyelamat BKB menambahkan untuk revitalisasi yang komperhensif BKB belum dilakukan dan itu merupakan  program jangka panjang karena masih ada pembangunan gedung tujuh lantai pengembangan Rs dr Ak Gani Palembang dalam zona inti BKB oleh pihak Kesdam II Sriwijaya yang di protes oleh pihaknya  bersama zuriat Kesultanan Palembang Darussalam dan masyarakat Palembang.

 

“ Itu masih terus kita advokasi terutama dari kami pihak Aliansi Penyelamat BKB yang masih berjuang agar tidak ada bangunan tujuh lantai itu, tidak  hanya gedung tujuh lantai itu juga pembangunan-pembangunan lain ,”katanya.

Sedangkan untuk relokasi diantaranya Rs dr Ak Gani, relokasi Kesdam II Sriwijaya , asrama akan dilakukan dalam jangka panjang dan kebijakan relokasi tersebut tidak selesai di Pangdam II Sriwijaya tapi di pusat.

 

“ Kita berharap kebijakan Presiden , Menhan atau Kementrian Kebudayaan yang bisa mencari solusi untuk merelokasi aset-aset yang ada di Kodam tadi, itulah yang kita sebut dengan revitalisasi yang komperhensif , artinya masih jangka panjang, jadi kalau kita ngomong kesepakatan, kesepakatan baru tercapai antara pihak Pemkot Palembang dan pihak Pangdam untuk memanfaatkan bagian depan  BKB untuk akses ke pariwisataan dan pemeliharaan, misalnya bagian Lawang Borotan yang hampir roboh itu harus segera dilakukan pemeliharaan ,”katanya.

 

Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A memastikan akan menjaga dan merawat Benteng Kuto Besak .

 

“Insya Allah besok bisa kita kembangkan sama -sama, saya berterima kasih dengan pak  Wali kota nih ,” katanya.

 

Pangdam  bersyukur untuk penganggaran BKB ini pihaknya di bantu Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang.

 

“ Insya Allah bisa terealisasi ,”katanya.

 

Sedangkan Walikota Palembang Drs Ratu Dewa Ms mengatakan, pertemuan lanjutan ini di fasilitasi oleh Pangdam II Sriwijaya guna merevitalisasi BKB bagian depan.

 

“ Tadi sudah diskusi beberapa pengayaan materi yang segera akan kita susun  melalui MoU dan PKS, Insya Allah 2 minggu kedepan semuanya  sudah selesai , sekali lagi kita sudah di fasilitasi , sudah bisa masuk ke Benteng Kuto Besak ini, ini keren dan luar biasa dari bapak Panglima beserta pejabat utama dari Kodam II Sriwijaya  termasuk dari pihak Rumah Sakit Ak Gani,”katanya.

Dudi