Palembang, Halosumsel –
Wabah Pandemi covid-19 yang melanda akhir-akhir ini kurang lebih selama 2 tahun hampir diseluruh dunia berdampak pada seluruh sektor termasuk perekonomian dan Olahraga.

Pandemi covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret tahun 2020 tentu berdampak ke berbagai sektor karena adanya pembatasan kegiatan.

Kawasan Jakabaring Sport City (JSC) yang merupakan Pusat Olahraga di Provinsi Sumsel yang banyak terdapat venue olahraga terpadu dengan memiliki berbagai fasilitas sarana dan prasarana baik standar nasional maupun internasional juga terdampak dengan pandemi covid-19.

Hal tersebut berakibat buruk bagi Wisatawan Lokal maupun Mancanegara yang ingin berkunjung ke Kawasan Jakabaring Sport City (JSC) .

Dikarenakan dilarangnya melaksanakan event untuk mengantisipasi penularan covid-19.

Manajer Umum PT Jakabaring Sport City (JSC), Norman Ardian ketika dibincangi di kawasan wisma atlet, Kamis (28/7/2022).

Dirinya mengatakan, seperti yang diketahui saat pandemi covid-19 tidak ada event atau kegiatan karena ada pembatasan untuk mengantisipasi penularan covid-19.

“Saat ini, kita baru saja recoveri pasca pandemi covid-19.

Kita semua tahu kalau semua terdampak pandemi.

ketika tidak ada event di masa pandemi covid-19.

Diakuinya memang kawasan Jakabaring Sport City (JSC) terdapat rumah sehat untuk penanganan pasien covid-19.

Tentunya hal tersebut berpengaruh pada pendapatan dan retribusi sehingga kami kesulitan untuk merawat , memperbaiki venue2 & menjaga untuk tetap bersih & nyaman.

Selain itu,
Norman juga menjelaskan bahwa dengan luas areal kawasan Jakabaring Sport City (JSC) yang hampir mencapai 320 hektar.

Dari luas areal ini tentunya kami harus merawat dan menata semua areal ini agar terlihat rapi dan bersih.

Dirinya juga menjelaskan bahwa kawasan ini harus dilakukan perawatan baik itu berupa gedung, venue, wisma atlet dan rusunawa yang ada di kawasan Jakabaring Sport City (JSC) ini.

“Kita selalu berusaha semaksimal mungkin bagaimana caranya untuk mempromosikan kawasan Jakabaring Sport City (JSC) ini agar ramai dikunjungi dengan menggelar banyak event.

Dijelaskannya bahwa untuk saat ini sedang belangsung pertandingan AFF sepak bola perempuan yang diikuti oleh
9 negara, yang salah satu pesertanya berasal dari benua Australia.

Event internasional ini dilaksanakan di JSC,” katanya.

Memang beberapa waktu lalu,
“Sebelumnya disini juga ada event Fornas , kemudian kongres Fatayat NU se-indonesia.

Sebelumnya ada kegiatan Festival Anak Soleh Indonesia (FASI) dan Harlah NU.

Itu semua kegiatan itu mereka memutuskan untuk berkegiatan di sini karena pengelolaan JSC yang rapi, bersih itu yang utama.

Yang mereka lihat di sini juga terpadu dalam artian lokasinya dekat-dekat.

Keindahan dan kenyaman yang kawasan JSC membuat orang mau melaksanakan kegiatannya disini,” ucap Norman.

Lebih lanjut Norman menjelaskan, di JSC ada banyak venue dan gedung yang menelan biaya operasional listrik dan lainnya yang cukup besar.

“Di JSC ada venue Gelora Sriwijaya, GOR Dempo, GOR Ranau, Aquatic, atletik 1, atletik 2, Panteque, Sepatu roda, Panjat tebing, Ski air, Dayung, shooting range, Voli pantai dan rumah ibadah kemudian wisma atlet , SSC juga water treatment plant.

Itu yang kemudian ada nominal Rp 5,7 triliun itu ini semuanya dihitung oleh yang berwenang pada saat itu, sehingga keluar nominal Rp 5,7 triliun.

Itu kemudian dikelola oleh PT JSC dengan biaya penyusutannya setiap tahun lebih dari 30 miliar.

Disaat pandemi covid-19, Dengan tidak ada event.

kita bersyukur masih bisa memenuhi biaya kebutuhan operasional.

Untuk saat ini pasca pandemi covid-19, kita bersyukur sudah mulai berangsur-angsur mulai banyak event dan kegiatan olahraga mulai ada.

Jadi JSC itu sangat tergantung event misalnya untuk multi event fornas bisa bisa menutupi operasional dan lain-lain.

Tapi jangan lupa bahwa kita ini menyediakan tempat pengelolaan kadang-kadang untuk kegiatan seperti Fatayat NU kita menyediakan tempat, tapi ada pihak EO yang menghubungi kita, dan kita hanya menyediakan tempat.

Jadi untuk event tidak bisa dipukul rata karena jumlah peserta dihitung, berapa yang menggunakan kamar, atau dining hall,” bebernya.

Norman mengungkapkan, soal langkah program kedepan itu wewenang pimpinan bicara tentang terobosan-terobosan.

Kami dari pihak manajemen yang pasti dalam hal ini menjalankan saja.

“Kita butuh tambahan personel yang mana dalam rangka pembenahan management dibutuhkan tambahan personel untuk mengelola kawasan ini.

Kemudian kita butuh tambahan penyertaan modal yang mana nantinya akan kita gunakan untuk menambah personel yang mana tujuannya nanti dapat kita harapkan dengan kekuatan finansial yang ada mudah mudahan management JSC dapat lebih baik lagi.

Kita tidak mau terjadi hal hal seperti ini, misalnya jangan sampai orang banyak tapi kita tidak bisa membayar gajinya.

Untuk tahun ini kita belum mendapatkan dana dari pemerintah daerah, jadi kita sudah bisa survive dulu itu kita bersyukur.

Kalau dari sisi kami manajemen kita bicaranya yang penting kita bisa bekerja dengan baik dan terpenuhinya dulu hal-hal yang pokok dengan baik,” urainya.

“Kita ingin membuat JSC ini baik tertata nyaman. Sehingga orang mau menggelar event di sini. Kita sama-sama ayo mempromosikan JSC ini.

Karena orang tergugah mau untuk melaksanakan kegiatan di JSC ini tidak semata-mata seperti peringatan harlah NU bisa ada di sini, Fatayat NU bisa ada di sini.

Kemudian Fornas bisa disini, karena upaya kita semua dalam artian untuk mengangkat citra baiknya Sumsel terutama aset JSC ini. Artinya itu kita sudah upayakan itu, sudah kita lakukan promosinya terbukti event-event ada di sini mulai dari even nasional hingga internasional,” paparnya.

Terkait laporan keuangan, Norman menerangkan, mekanismenya kita melaporkan keuangan maupun kegiatan-kegiatan itu ke direksi dan pemegang saham.

“Itu dilaporkan dan laporan itu ada mekanismenya. Kita di audit oleh kantor akuntan publik. Setelah di audit baru kemudian dilaporkan ke pemegang saham,” bebernya.

“Jadi kita mekanismenya seperti itu,” tandasnya.(***),,
.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *