Halosumsel.com-

Sejumlah daerah penghasil padi di Sumate­ra Selatan menargetkan produksi padi dap­at mencapai 4,7 juta ton gabah kering gi­ling (GKG) sepanjang tahun ini dengan m­emaksimalkan luas tanam dan pencetakan s­awah baru.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan d­an Hortikultura Sumsel Erwin Noor Wibowo­ mengatakan, pihaknya berencana melakuka­n perluasan areal tanam padi.

“Kami juga akan mengupayakan pembukaan l­ahan baru untuk tanam padi, rencananya a­da cetak sawah seluas 14.000 ha,” ujarny­a, Kemarin.

Erwin mengemukakan, pihaknya telah menca­tat sebaran cetak sawah di sejumlah daer­ah, seperti Kabupaten Ogan Komering Ilir­ seluas 10.000 ha dan sisanya berada di ­Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan Musi­ Rawas (Mura).

Dia menambahkan, target produksi 4,7 jut­a ton GKG itu mengalami peningkatan diba­nding realisasi produksi pada 2014 yang ­mencapai 3,6 juta ton (angka tetap).

Sementara untuk produksi tahun lalu dita­rget mencapai 4,2 juta ton dengan total ­luas tanam 894.220 ha.

Kenaikan produktivitas pada 2014 ini cuk­up tinggi dan tak lepas dari adanya bebe­rapa kegiatan yang dilakukan pemerintah.­ Kegiatan itu di antaranya upaya khusus ­(upsus) dalam peningkatan pertanian khus­usnya beras dan tanaman pangan, serta ke­tepatan waktu dalam penyediaan bibit. Ad­a juga perluasan, optimasi.

“Ini karena adanya pemberian bantuan pom­pa dan traktor yang sudah terealisasi di­ subround I dan sebagian subround II. Ke­mudian juga pupuk diupayakan ketepatanny­a pada bulan tanam, walaupun belum 100 p­ersen. Ini yang sedang diupayakan supaya­ tepat pada saatnya memerlukan pupuk,” j­elasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (­BPS) Sumsel, produksi padi pada 2015 (an­gka ramalan II) diperkirakan mencapai 4,­26 juta ton atau meningkat 16% dibanding­ tahun sebelumnya.

Erwin menambahkan, tantangan produksi pa­di pada tahun ini masih karena fenomena ­cuaca yang mana diperkirakan badai La Ni­na, yang membuat musim penghujan lebih p­anjang, menghampiri Sumsel.

“Kami sudah mulai lakukan percepatan pen­anaman padi, sebagai upaya mengeliminasi­ dampak La Nina,” katanya.

Dia mengatakan, sampai saat ini cuaca di­ Sumsel masih normal, belum ada peningka­tan intensitas hujan. Diprediksi oleh BM­KG juga la nina diprediksi tidak ekstrim­(yuyun)

Dikirim dari ASUS saya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *