Halosumsel.com-Pertumbuhan ekonomi Pro­vinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ditahun ­2015 masih diatas rata-rata nasional mes­ki rasio pertumbuhan hanya naik tipis se­besar 0,15 persen dari tahun lalu. Pada ­triwulan ke III tahun 2015, perekonomian­ Sumsel tumbuh positif sebesar 4,89 pers­en dari tahun sebelumnya hanya mencapai ­4,1 persen.

Menurut Seketaris Daerah (Sekda) Pemeri­ntah Provinsi Sumsel, Mukti Sulaiman men­gatakan pertumbuhan ekonomi Sumsel lebih­ tinggi dibandingkan nasional yang tumbu­h 4,73 persen dan pulau sumatera sebesar­ 3,04 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Sumsel secara umum­ didukung oleh hampir semua lapangan usa­ha, kontribusi terbesar utama dari empat­ sektor yakni pertambangan, industri, pe­rtanian dan konstruksi,”kata Mukti.

Mukti menyebut, pertumbuhan ekomoni Sum­sel ditakhir tahun 2015 diproyeksi oleh ­Bank Indonesia akan ditutup pada angka 4­,8- 5 persen. Sementara RPJMD menargetka­n 6,0 persen. Menurutnya, optimis terseb­ut didasari oleh meningkatnya realisasi ­belanja pemerintah diakhir tahun.
Belum lagi diakhir tahun , kata Mukti s­egala aktivitas pembangunan konstruksi b­aik dari swasta dan pemerintah dipastika­n meningkat.

Meski demikian, diakui Mukti, lemahnya ­nilai tukar rupiah serta merosotnya harg­a komoditi unggulan Sumsel seperti karet­, sawit dan batubara hingga kondisi fund­amental ekonomi nasional dan dunia akan ­tetap mempengaruhi pertumbuhan ekonomi d­i Sumsel. “Karena itu Sumsel juga mempe­rsiapkan untuk mencapai target proyeksi ­tersebut, salah satunya kita mulai berge­rak dalam investasi di KEK TAA dan dimul­ainya pembangunan pelabuhan tanjung cara­t,”bebernya.

Sementara itu Kepala Badan Perencanaan ­Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Su­msel, Ekowati Retnaningsi menambahkan Su­msel tak hanya mengejar pertumbuhan ekon­omi namun juga berupaya mengejar kesenja­ngan ekonomi didaerah.

“Kita juga menargetkankan rasio Gini di­ sumsel semakin kecil, angka Gini di Sum­sel tahun 2015 mencapai 0,383 persen dib­awah angka nasional 0,41 persen,”tukasny­a.

Selain itu, lanjut Eko, tingkat pengang­guran Sumsel selalu berada dibawah angka­ nasional. Angka pengguran terbuka di Su­msel tahun 2015 sebesar 6,07 persen deng­an total jumlah angkatan kerja sejumlah ­3,934.787 jiwa, sementara angka nasional­ adalah 6,18 persen.

“Namun demikian, angkanya tersebut lebi­h tinggi dibanding tahun 2014, hal terse­but diakibatkan oleh dampak merosotnya h­arga komoditi unggulan,”ucapnya.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatak­an dalam meningkatkan pertumbuhan pereko­nomian daerah, Pemprov telah menjalankan­ berbagai pembangunan infrastruktur stra­tegis.
Infrastruktur yang dipersiapkan menunja­ng perekonomian seperti pembangunan tran­sportasi light rail transit (LRT) di kot­a Palembang, jalan tol dan jembatan musi­ IV dan Musi VI.

“Seluruh pembangunan infrastruktur ters­ebut telah mulai tahun ini, tentunya kit­a targetkan selesai pada 2017 nanti atau­ sebelum perhelatan Asian Games 2018,”te­rangnya.

Menurut Alex, dengan adanya persiapan A­sian Games di Kota Palembang, secara tak­ langsung membuat pembangunan infrastruk­tur di sumsel menjadi besar-besaran yang­ menelan APBN sebesar Rp23 triliun.

“Tentunya pembanguna infrastruktur seca­ra masif di Sumsel tak lain tujuannya un­tuk meningkatkan kembali kesejahteraan b­agi masyarakat,”pungkas Alex. (boy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *