Palembang l Halo Sumsel
Direktur Utama PT Pusri Palembang,
Mulyono Prawiro menegaskan di tahun 2019 pihaknya akan menggenjot penjualan urea non subsidi dan fokus pada pasar komersil
Pernyataan ini menyusul adanya pengurangan jumlah urea subsidi yang ditetapkan pemerintah hingga mencapai 15 persen dari angka 1.3 juta ton di tahun 2018.
Menurut Mulyono, pada 2019 pihaknya akan menjual pengurangan pupuk bersubsidi ke pasar bebas karena dari jumlah target produksi sekitar 2.170 juta ton.
Sementara Manajer Produksi PT Pusri Palembang Solihin saat pengantongan terakhir dan perdana produksi yang berlangsung Senin malam (24/12) mengatakan produksi urea mencapai 2.175 juta ton atau 107 persen dari target RKAP 2.027 juta ton.
Untuk amoniak produksi mencapai 104 persen dari target RKAP 1.415 juta ton menjadi 1.531 juta ton.
Dirut Pusri Mulyono menyebut angka penjualan tahun ini pada posisi membanggakan. “Dlm kondisi saat ini masih bisa memproduksi diatas target. Semua produksi terjual habis,” katanya.
Tahun 2019 kata Mulyono, pihakya akan tetap melakukan efisiensi untuk biaya produksi amoniak dan urea sehingga produk produk Pusri akan lebih kompetitif. (ida syahrul)

