Halosumsel-
Dari 341 siswa yang kami lepas hari ini terdiri dari siswa kelas IX ada 150 siswa, SMA IPA ada 35 siswa, SMK jurusan akuntansi ada 21 siswa, jurusan TSM ada 40 siswa, TKR 29 siswa dan TKJ ada 47 siswa, sedangkan jurusan perawat ada 19 siswa pun yang merupakan alumni kali pertama yang berhasil diluluskan pada Yayasan kami, imbuhnya.
Lebih jauh dikatakan Mujiono, pihaknya sudah banyak menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan, sehingga anak didiknya khususnya alumni SMK tidak sempat lagi menganggur, bahkan sudah ada perusahaan yang setiap tahun membutuhkan 5 orang tenaga kerja terbaiknya Langsung dikaryakan.
Masih kata Mujiono, lembaga pendidikan swasta yang ada di Kabupaten Banyuasin bahkan se Sum-Sel kevuali Kota Palembang yang pelaksanaan UN berbasis komputer baru ada di Yayasan Satria Nusantara dari tingkat SMP maupun SMA/SMK, termasuk untuk ujian kenaikan kelas pun Satria Nusantara sudah siap dengan berbasis komputer, bahkan bagi siswa yang memiliki ponsel ada Android, mereka sudah bisa mengakses materi soal sekaligus jawabannya menggunakan ponselnya dan bagi yang siswa yang tidak memiliki ponsel ada Android silahkan langsung belajar dilaboratorium, tegasnya.
Pada kesempatan itu bagi pendidikan yang pengabdianya sampai Yayasan Satria Nusantara yang ke-15 tahun pada tahun 2017, mereka diberikan penghargaan.
Sementara itu Eko Susanto perwakilan wali siswa atas nama wali murid mengucapkan ribuan terima kasih kepada seluruh bapak dan ibu guru yang mendidik anak kami dari kelas satu hingga kelas tiga dengan hasil ujian yang baik, bahkan bisa lulus 100 persen.
Camat Betung Arifin Nasution dalam sambutannya mengaku bangga atas keberhasilan dalam pengelolaan lembaga pendidikan Satria Nusantara ini, yang mampu bersaing dan mampu menetaskan anak bangsa yang handal.
Arifin berharap bagi siswa yang hari ini dilepas supaya dapat meningkatkan pendidikan yang lebih tinggi, khususnya dari lulusan SMK jangan bangga menjadi pekerja sekalipun begitu tamat ini sudah ditunggu perusahaan, namun lebihlah bangga jika kalian justru menjadi pemilik usaha.
“Jangan bangga jadi PNS, TNI dan Polri, karena penghasilan sudah diukur ditentukan Undang-undang dan saya jadi PNS 30 tahun bahkan sekarang sebagai camat gajinya tak lebih Rp. 6 juta itu sudah termasuk tunjangan camat, tetapi kalau kalian sebagai pemilik usaha satu bulan bisa mempunyai gaji diatas puluhan juta rupiah”, supportnya seraya menambahkan bagi siswa yang ingin menambahkan ilmu dan ketrampilan silahkan daftarkan diri di Balai Latihan Khusus dibawah naungan Dinaker.
Terlihat hadir, ratusan walisiswa yang dilepas, tokoh masyarakat, para kepala sekolah, pemilik usaha, camat Betung, anggota DPRD Banyuasin, Kapolsek Betung, Danramil Betung, Disdik Sumsel dan kadis perindag Sumsel.(Waluyo)

