Halosumsel-
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Selatan (BPBD Prov Sumsel) H. Iriansyah memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Siaga Banjir dan Tanah Longsor tahun 2017 di Kantor BPBD Jalan Akses Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Selasa(12/12) Palembang
Dikatakan Iriansyah, dari paparan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa puncak musim hujan akan berlangsung pada bulan Desember 2017 hingga bulan Januari 2018, pada bulan Febuari 2018 curah hujan akan kembali normal.
“Pada kondisi curah hujan yang tinggi ini BPBD dengan sektor terkait menyikapi dengan mensiagakan mulai dari BPBD Dinas Sosial, Dinas PU, Badan SAR, Balai Besar Sungai Wilayah Sumatera,” jelas Iriansyah.
Lanjutnya, upaya yang dilakukan untuk tetap siaga baik Sumber Daya Manusia (SDM) maupun peralatan bila terjadi bencana banjir dan tanah longsor di Sumsel.
“Kita juga mengajak BPBD kabupaten/kota untuk bersinergi bila terjadi bencana banjir dan tanah longsor di daerah mereka sudah siaga. Tidak hanya SDM dan peralatan namun juga logitik,” ungkapnya.
Iriansyah menambahkan, dari SKPD juga sudah menyiapkan logistik seperti dari Dinas Sosial yang telah menyiapkan cadangan beras dan santunan berupa uang bila terjadi korban jiwa.
“Badan Ketahanan Pangan juga sudah menyiapkan beras bila terjadi bencana yang menyebabkan gagal panen. Kita juga menyiapkan sarana dan prasarana juga SAR, sebagai bentuk koordinasi semua OPD termasuk TNI, Polri,” urainya.
Untuk daerah yang berpotensi banjir disampaikannya, dimulai dari daerah Hulu seperti Musi Rawas Utara, Musi Rawas, Pali, Muara Enim, Banyuasin, Musi Banyuasin dan OKI.
“Untuk longsor berada di daerah dataran tinggi seperti Empat Lawang, Pagar Alam, Lahat sebagian Muara Enim dan yang terbaru di daerah OKU Selatan,” katanya.
Pemerintah sudah mensiagakan baik ditingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Bila terjadi bencana pemerintah hadir, semua pihak akan melakukan upaya dan usaha serta bekerja sama secara sinergi.
(sofuan)

