Halosumsel.com-
Pengerjaan Proyek Pembangunan los dipasar kalangan didesa Bukit Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin yang didanai dari dana infrastruktur desa tahun 2015 senilai Rp.300 juta dipertanyakan warga, lantaran pengerjaannya oleh banyak warga diragukan karena selain lamban juga diduga proyek tersebut dikerjakan asal jadi saja.
Hal terbukti pengerjaannya hingga saat ini belum kunjung selesai, sedangkan sudah berganti tahun anggaran, karena yang bertanggungjawab atas proyek tersebut masih kerabat dekat Kepala Desa setempat, membuat warga enggan mengomentarinya, Yogi yang mengaku sebagai pedagang dilokasi pasar kalangan tersebut saat berbincang dwngan wartawan (16/1).
Dikatakan Yogi memang dirinya tidak pada lokasi los berjualan dan kios miliknya ada dibagian los lain, tetapi rekan pedagang yang berada dilos yang kini sedang dibangun itu berjualannya terganggu, katanya.
Walau dirinya tidak memahami cara mengerjakan proyek baik itu proyek pemerintah kabupaten maupun proyek pemerintah desa lanjut Yogi, setidaknya kalau sudah ganto tahin anggaran itu seharusnya sudah selesai bahkan lokasinya sudah dapat untuk berjualan.
Namun kalau semacam itu kondisinya jelas bagi pedagang yang berjualan pada lokasi los yang belum ada kesudahannya itu tentu akan merugikan pedagang, sebab tidak mungkin memaksakan diri untuk berjualan dilokasi yang masih semrawut semacam itu, jelasnya lagi.
Andaikata sampai akhir bulan ini proyek itu masih tak kunjung selesai pasti para pedagang itu akan mengamuk, pasalnya barang dagangan yang dia jual tidak laku, karena kawasan los pasar itu sampai saat ini kontruksi tak jelas akan dirampungkan.
Hal serupa diungkapkan Edy, sebenarnya dengan kesungguhan atau tidak pengerjaan los pasar itu, diduga kuat pekerjanya karena masih dari kerabat Kepala Desa Bukit menjadi seenaknya saja, tanpa memikirkan nasib pedagang.
Sedanhkan kami menempati los itu bukanya gratis, bahkan sekarang menjadi beban berat sudah pembeli langka berjualan juga menjadi sepi dan ancaman bagi pedagang akan terus merugi.
Seandainya pengerjaannya lebih cepat kemungkinan tempat berjualan selama itu tidak akan mengalami kerugian, tegas Edy sembari mengakhiri perbincanganya dengan wartawan (waluyo)
