TEBING TINGGI, Halosumsel- Walaupun anggaran relatif kecil ditambah lagi adanya kebijakan efisiensi, namun pembangun di Kabupaten Empat Lawang terus bergeliat. Gubernur Sumsel H Herman Deru menyatakan sangat mengapresiasi hal itu, dan disinilah dibutuhkan kecerdasan dalam menentukan skala prioritas.
”Saya sangat mengapresiasi pembangunan yang sangat dinamis di Kabupaten Empat Lawang, walaupun kondisi keuangan yang kurang mendukung,’ tegas gubernur dalam sambutanya di acara peringatan Hari Jadi Kabupaten Empat Lawang, Senin (20/4), di Gedung Serbaguna, Kota Tebing Tinngi.
Selain gubernur, acara Hari Jadi ke 19 diperingati melalui rapat paripurna DPRD Kabupaten Empat Lawang dipimpin Ketua DPRD, Darli, SH, MH, juga dihadiri para sesepuh dan tokoh masyarakat, mantan bupati, forkompimda, perwakilan bupati dan walikota se-Sumsel, kelala OPD, kepala desa, dan ratusan tamu undangan lainnya.
Diungkapkan gubernur, dari 10 DOB (daerah otonomi baru) yang dimekarkan pasca reformasi, Empat Lawang termasuk salah satu DOB yang anggaran pembangunannya dibawah 1 triliun. Disinilah, kata Deru, diperlukan kecerdasan dalam menentukan skala yang super prioritas.
”Tak gampang untuk melaksanakan pembangunan dengan kondisi anggaran dibawah 1 triliun,” tegasnya.
Menurut Deru, walaupun kondisi keuangan yang kurang mendukung, tetap saja harus punya target, target tinggi tak masalah, pelaksanaannya tentu harus sesuai kemampuan,” ujarnya.
Sebelumnya, Bupati Empat Lawang Dr.H Joncik Muhammad S.Si SH MM MH dalam sambutannya menyatakan, APBD Kabupaten Empat Lawang terkecil dari semua kabupaten di Sumsel. Dengan kondisi demikian pihak terus melakukan kegiatan pembangunan yang terukur di segala bidang.
Dikatakannya, saat ini Empat Lawang memiliki 19 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengakomodir lebih 45 ribu peserta didik, juga sedang ‘on going’ 103 unit koperasi desa Merah Putih, dan sekolah rakyat sudah dilaksanakan.
Selain mendukung penuh program pemerintah pusat, menurut Joncik, dalam upaya mewujudkan visi Madani Jilid 2 pihaknya terus meningkatkan pembangunan infrastruk jalan kota dan jalan desa.
Dibidang lainnya, kata Joncik, terjadi peningkatan yang sangat signifikan dibidang keagamaan, dari hanya 1 pondok pesantren di tahun 2018 sekarang sudah 12 pesantren dan ratusan rumah tahfiz Qur’an.
Bidang lainnya, terjadinya penurunan tingkat pengangguran terbuka dan terjadi peningkatan indeks pembangunan manusia atau IPM, dan terbentuknya 347 polpp desa.
Diawal sambutannya, Joncik mengibaratkan kabupaten yang dipimpinnya bagaikan anak ayam ditinggalkan induknya. Dia pun berharap kepada gubernur kiranya kurang bayar Dana Bagi Hasil (DBH) dan bantuan gubernur segera mengalir ke Empat Lawang.
asnadi

