Halosumsel.com –
Harga komoditi Pangan dari jagung pipilan kering di tingkat petani benar-benar menarik, harga jagung pipilan saat ini tembus Rp 3800 / Kgnya. Harga tersebut pun diprediksi bakal naik lagi beberapa hari kedepan mengingat pertanaman jagung di Kabupaten Banyuasin saat musim hujan sangat berkurang.
Agus (40) Petani Padi dan Jagung Banyuasin kepada wartawan (21/1) mengatakan, mulai tahun lalu kabupaten Banyuasin adalah lokasi terbesar di wilayah indonesia sebagai penghasil jagung pipilan kering.
“Bahkan daerah Lampung yang dulunya penghasil jagung pipilan kering terbesar saat ini justru bergeser ke Kabupaten Banyuasin, oleh sebab itu saat musim jagung di Banyuasin mempengaruhi pasaran jagung di Sumsel,” kata Agus.
Agus mencontohkkan, saat ini di Kabupaten Banyuasin sedang musim tanam padi, seluruh petani menanam padi bukan jagung, dampaknya harga jagung pun saat ini begitu melambung.
“Harga jagung pipilan kering tengkulak mencapai harga Rp 3800 per Kg nya. Sementara diwarung-warung atau kios pengecer harga jagung pipilan tembus Rp 5000 per kg nya,”jelas Agus.
Besarnya pengaruh pasaran jagung pakan ayam ternyata bergantung dari berapa luas tanam jagung di kabupaten bumi sedulang setudung ini. Dengan bantuan petani di Banyuasin ternyata harga jagung bisa stabil atau relatif lebih murah dan sebaliknya saat petani banyuasin beralih tanam padi harga jagung pun mengalami kenaikan hingga 70 persen dari harga normal.
Harga umum jagung pipilan kering saat panen biasanya Rp 2500- Rp 3000 per Kg, sementara saat ini harganya mencapai Rp 3800- Rp 4000 per kg nya.
Masih dikatakan Agus, luas tanam jagung di Kabupaten Banyuasin saat ini masih didominasi oleh petani Kecamatan Tanjung Lago luas tanam dilokasi tersebut puluhan ribu hektar bahkan banyak petani yang sukses dari olah budidaya tanaman jagung.
Petani Tanjung Lago jagung dan padi Tukijo, membenarkan, saat musim kemarau tiba atau bulan April-Juni seluruh perusahaan benih jagung seperti jagung hibrida Pertiwi dan merek jagung lain-lain banyak yang mempromosikan keunggulan jagung mereka.
“Kami sangat senang dengan kedatangan distributor bibit jagung di Kecamatan Tanjung Lago, sebab kami bisa memilih jenis atau varietas jagung yang cocok dilahan gambut atau pasang surut,” kata Tukijo.
Terpisah Kabid TPH Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin Sarjono SP saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu mengatakan, kabupaten Banyuasin tahun 2016 ini mengalokasikan bantuan benih jagung dari kementerian pertanian seluas kurang lebih 16 ribu ha.
“Kalau luas tanam di Banyuasin puluhan ribu ha dan Banyuasin tahun 2015 lalu mendapat juara 1 program padi jagung dan kedelai (Pajale), dan tahun ini bantuan pemerintah pusat akan ditambah menjadi 16 ribu ha,” tukasnya. (Sir)

