Asahan, Halosumsel-  Air Limbah pabrik pengolahan tahu yang berada di Dusun 5, Desa Bunut Sebrang, Kecamatan Pulau Bandreng, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara kini menimbulkan bau busuk. Aroma busuk tersebut memicu keresahan warga sekitar. Awak media yang melakukan pemantauan ke lokasi melihat bahwa si pengusaha sama sekali tidak mersiapkan parit atau selokan untuk alur pembuamgan limbah pengolahan tahu. Alhasil, air limbah proses pembuatan tahu dengan bahan baku kedelai itu langsung meluap kemana- mana termasuk ke permukaan jalan desa dan pekarangan warga sekitar, Jum’at (26/09/2024).

Salah seorang warga yang merasa resah dengan adanya pembuangan limbah secara sembangan ini, meminta agar pihak Pengusaha pabrik tahu tersebut tidak lagi asal buang limbah yang berbau busuk itu ke jalan umum dan akhirnya merangsek  ke pekarangan beberapa rumah warga sekitar.
” Kami minta pihak pengusaha produksi tahu itu agar segera mengatasi masalah ini secepatnya, ” ujar Wagino, salah seorang warga setempat kepada awak media

Wagino menyebutkan, sejak dia tinggal di dusun tersebut, pabrik tahu kerap membuang limbah cair ke jalan umum dan (lalu) masuk ke pekarangan rumahnya. Dengan nasuknya limbah tersebut ke pekarangan warga, kondisi lingkungan sudah tidak bersih lagi bahkan sudah sampai pada level menimbulkan bau busuk, ujarnya.

Warga sekitar meminta kepada pihak Kepala Desa Bunut Sebrang dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Asahan segera turun-tangan menertibkan limbah bau busuk dari pabrik tahu tersebut, karena warga sudah resah.
“Sudah berkali-kali kami ingatkan terkait limbah mereka, namun pemilik bandel, bahkan kapolsek pernah datang untuk mengingatkan limbah mereka,” terang Dinar.

Kepala Dusun 5, Desa Bunut Seberang, Dinar, mengatakan bahwa si pemilik pabrik tahu itu sudah berulangkali  diingatkan terkait keluhan warga,namun sampai saat ini belum ada respon yang nyata dari pihak pengusaha pengolahan tahu. Sudah berkali-kalu diperngatkan terkait limbah itu, namun pemilik bandel. ” Kapolsek juga sudah pernah datang untuk mengingatkan limbah mereka. Namun si pengusaha pabrik tahu itu belum juga menunjukkan iktikad baiknya ” ujar Dinar mengakhiri.

Benigno Akuindo