PALEMBANG, Halosumsel – Terkait dugaan penyimpangan Proyek Rehabilitasi ruang guru di SMK Negeri 5 Palembang, Dinas Pendidikan Propinsi Sumsel masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Ya, kita masih menunggu Laporan Hasi Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Saat ini proses pemeriksaan masih berlangsung dan kita masih menunggu,” kata kepala Dinas Pendidikan propinsi Sumsel melalui Kabid SMK, Mitrisno kepada wartawan, Selasa (19/05/26).
Lebih lanjut dijelaskannya, saat ini dirinya belum bisa memberikan keterangan apa apa terhadap publik. Menurutnya semua masih dalam proses.
“Kami belum bisa memberikan keterangan apa apa, takut salah. Kita tunggu hasil audit dulu,” katanya.
Menangapi pertanyaan apakah proyek tersebut sudah diserah terimakan dari pihak kontraktor pelaksana kepada dinas Pendidikan Propinsi Sumsel? Mitrisno Engan memberikan jawaban, begitu juga saat ditanya mengenai apa saja jenis pekerjaan yang dilaksanakan dalam rehab tersebut? Mitrisno juga tidak memberikan jawaban.
“Kalau tidak salah proyek itu senilai Rp. 1,2 Milyar. Tapi kalau untuk teknis, sebaiknya hubungi pihak kontraktor pelaksana saja,” katanya seraya mengirim no telpon pihak kontraktor pelaksananya.
Namun sayangnya beberapa kali dihubungi, pihak kontraktor pelaksana proyek SMKN 5 Palembang tidak merespon. Begitu juga saat dikonfirmasi tertulis via pesan WhatsApp juga tidak memberikan jawaban.
Seperti diberitakan sebelumnya, proyek rehab gedung SMKN 5 Palembang Senilai Rp. 1,2 milyar dikerjakan asal jadi saja. Bahkan proyek itu sempat terbengkalai karena ditinggalkan pihak kontraktor pelaksannya.
Ironisnya, meski sudah secara kasat mata dan sempat menjadi viral, terkait pekerjaan yang diduga dikerjakan tidak sesuai RAB, pihak diknas Propinsi Sumsel terkesan lepas tangan dengan kondisi yang terjadi. Bahkan, Kabid SMK Diknas Propinsi Sumsel Mitrisno saat akan dikonfirmasi via telpon engan menemui wartawan dengan membuat pernyataan yang justru membuat publik binggung.
“Masalah itu sudah selesai dengan cek eka. Sudalah dak usah konfirmasi masalah itu, Jadi lain kali Bae ye,” kata Mitrisno dengan bahasa daerah Palembang seraya menutup telponnya.
Sementara itu kepala sekolah SMKN 5 Palembang, Bambang saat akan dikonfirmasi tidak berada di tempat. Menurut petugas keamanan, kepala sekolah sedang keluar.
“Bapak kepsek lagi keluar, wakil kepala sekolah bidang humas juga tidak ditempat,” kata petugas security.
Saat ditanya mengenai proyek rehabilitasi yang dikerjakan oleh pihak kontraktor di SMK N 5 tersebut, petugas security itu secara spontan menjawab, kalau semua pekerjaan rehab di sekolah itu tidak ada yang beres.
“Semua dikerjakan asal jadi saja pak. Sudah dua kontraktor yang mengerjakan proyek ini, tapi keduanya tidak ada yang beres. Pemborong yang pertama meninggalkan pekerjaan tanpa menyelesaikannya. Kemudian digantikan kontraktor lain yang menyelesaikannya, tapi pekerjaan juga sama tidak beres juga, alias asal jadi saja,” katanya seraya mengaku lupa kontraktor pelaksananya.
Sementara itu berdasarkan investigasi wartawan di SMKN 5 Palembang, proyek rehab gedung kantor, ruang guru dan sejumlah ruangan lainnya itu dikerjakan tidak sesuai dengan RAB.
Pengerjaan bagian lantai dan plafon diduga selain menggunakan bahan material bangunan tidak sesuai standar SNI juga proses pengerjaanya juga asal jadi saja. (Tim)

