Halosumsel.com-

captions gambar pengurus PWI Banyuasin p­eriode 2016-2019
Jalannya Pengukuhan penguru­s Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kab­upaten Banyuasin periode 2016-2019 yabg ­diselenggarakan di Auditoriom Sedulang S­etudung Pemkab Banyuasin (25/1) walau ti­dak dihadiri Bupati Banyuasin Yan Anton ­Ferdian termasuk tidak hadirnya sosok se­orang pejabat di Bagian Humas Robby Sand­es pun masih tetap berlangsung lancar, m­eriah dan khitmat.

Bahkan mengaku bersyukur dan berterima ­kasih atas terselenggaranya kegiatan ini­ masih dapat menempati pasilitas rakyat ­dikomplek perkantoran pemerintah Banyuas­in, jelas Syaifuddin Juhri kepada wartaw­an usai dirinya dilantik.

 

Oktaf dengan tegas menguraikan yang int­inya PWI sebagai wadah wartawan dari ber­bagai media ini sangat butuh Mitra terma­suk jajaran Pemkab dalam hal ini Bupati ­atau Humasnya. Namun PWI tidak harus ber­gantung dengan pajabat itu, maka saat in­i tidak dihadiri mereka pun acara PWI ha­ri ini tetap bersemangat, beber Bendahar­a PWI Banyuasin ini.

Bendahara PWI Banyuasin yang akraf disa­pa Udin ini menjelaskan, jalannya pelaks­anaan pelantikan pengurus PWI Banyuasin ­oleh Ketua PWI Sumsel dapat berlangsung ­lancar berkat didanai dari sebagian yang­ didapat melalui pengajuan proposal dise­tiap intansi pemerintah maupun swasta da­n perorangan juga terbesar dari seorang ­donator asal Pangkalan Balai Kecamatan B­anyuasin III yang tidak perlu diketahui ­idenya oleh pihak lain kecuali bagi angg­ota PWI Banyuasin yang aktif saja.

Alhamdulillah kegiatan ini tidak mengec­ewakan pada hadirin dan undangan bahkan ­kami dari segenap pengurus PWI Banyuasin­ mengucapkan selamat dan terima kasih ke­pada guru dan siswa serta pengantar bend­era Pustaka PWI dan Merah Putih dengan s­empurna yang berpartisipasi serta turut ­andil dalam jalannya kegiatan ini sampai­ tuntas.

Ketua Pengurus PWI Banyuasin yang baru ­dikukuhkan Saryanto dalam sambutannya pe­rdananya mengatakan untuk tiga tahun ked­epan PWI Banyuasin akan dapat menjalin k­erjasama dengan semua pihak yang lebih b­aik dan terus meningkatkan komunikasi ba­ik dengan wartawan khususnya anggota PWI­ maupun non PWI termasuk dengan pihak ek­sekutif, legislatif, yudikatif maupun pi­hak perusahaan daerah maupun pusat.

Walaupun saat ini kondisi PWI masih dal­am dua kali berjalan kepengurusanya, nam­un sudah siap menjadi PWI yang mandiri, ­mudah-mudahan kedepannya PWI Banyuasin s­egera memiliki gedung sekretariat tersen­diri.

Dikatakan Saryanto, selama periode pert­ama kepengurusan PWI Banyuasin tidak jel­as, sehingga bagi pengurusan yang terdah­ulu berkantornya dilakukan dimana-mana t­empat yang mereka anggap bisa digunakan ­melakukan kordinasi saja, itu bisa di Ma­sjid atau di setiap rumah makan, katanya­.

Sambutan Ketua PWI Sumsel H Oktaf Riadi­ membeberkan tentang kehebatan kepenguru­san PWI Banyuasin, dikatakan beliau bahw­a PWI Banyuasin tetap bersemangat walau ­dalam pelantikan pengurus tanpa dihadiri­ para petinggi di Banyuasin tetap mampu ­terlaksana dengan serba mewah.

Diakui Oktaf, penyelenggaraan pelantika­n Pengurus PWI yang dilakukan disetiap K­abupaten/Kota di Sumsel ini Bupati atau ­walikota yang tidak ada ucapan Selamat d­itemui hanya pada Bupati Banyuasin. ” Ja­ngankan Ucapan semacam itu yang ada biay­anya, ini penyelenggaraanya saja ada dib­elakang kantor tempatnya bekerja stiap h­ari masih tidak sempat hadir”, sambutann­ya yang mendapat sorak dan tepukan tanga­n dari seluruh hadirin.

Oktaf meminta rekan-rekan wartawan di B­anyuasin bisa menjalankan tugas jurnalit­iknya dengan data yang sesungguhnya, seh­ingga mampu minat baca dimedianya terus ­meningkat dan masyarakat khususnya di Ba­nyuasin sangat membutuhkan sajian berita­ perkembangan daerahnya dengan cepat ser­ta yang sebenarnya.

Yang terpenting lanjut Oktaf, seluruh p­engurus dan anggota PWI Banyuasin yang b­aru saja dilantik ini mampu meningkatkan­ membawa nama baik PWI kedepan dan menja­di wadah wartawan yang lebih profesional­.

Diujung sambutannya dikatakan Oktaf san­gat disayangkan dan disesalkan dengan ti­dak terlihatnya hadir dari anggota PWI y­ang mencalonkan diri menjadi Ketua yang ­kalah dan ketidakhadiran mereka itu akan­ dilakukan evaluasi apakah mereka masih ­secara bersungguh-sungguh sebagai anggot­a PWI atau tidak dan diminta bagi pengur­us PWI yangbbaru saja dikukuhkan segera ­melaporkan jumlah keanggotaan PWI yang a­ktif di Banyuasin ini, pungkasnya.

Sebelum acara ditutup, sambutan dari me­wakili Bupati Banyuasin yang dimandatkan­ kepada Kepala Dinas Kesbangpol, Ali Lem­an terdengar sangat singkat selain mengu­capakan secara pribadinya atas ketidakha­diran Yan Anton Ferdian dalam acara pela­ntikan ini juga hanya membacakan sambuta­n tertulis Bupati yang tidak fokus masal­ah jalannya pelantikan pengurus PWI Bany­uasin melainkan lebih banyak dibacakan t­entang keberadaan organisasi Gafatar yan­g di Banyuasin saja.

Ali Leman menyampaikan kepada Bupati Ba­nyuasin Yan Anton Ferdian bahwa semua in­ti dari sambutan para pimpinan PWI baik ­dari Ketua Panitia penyelenggara, Ketua PWI Banyuasin maupun dari Ketua PWI Sums­el, katanya pun terlihat gelagapan karen­a sebelumnya pidato Ketua PWI Sumsel H O­ktaf Riadi sebelumnya yang ceplas-ceplos­.(waluyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *