Halosumsel.com-
.
Untuk mencegah menyebarluasnya organisasi Gafatar yang dianggap sesat, agar prajurit TNI/PNS beserta keluarga tidak ikut kegiatan sosial Gafatar yang dapat merugikan diri sendiri dan mengorbankan orang yang disayangi.
“Kita harus waspada. Walaupun mengatasnamakan Islam namun kalau itu menyesatkan, jangan diikuti”, tegas Aspers Kasdam II/Swj, Kolonel Inf Muhammad Syech Ismed yang bertindak sebagai Inspektur Upacara, ketika membacakan pointer amanat pada upacara bendera mingguan, Senin (25/1/2015) yang dilaksanakan di lapangan upacara Makodam II/Swj Jln. Jend. Sudirman Km. 2,5 Palembang.
Sekedar diketahui, Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) dideklarasikan pada tanggal 21 Januari 2011,yang diketuai oleh Mahful M. Tumanurung. Gafatar adalah suatu Komunitas pengganti KOMAR (Komunitas Millah Abraham) yang sudah lama dibubarkan karena sesat oleh Majelis Ulama Indonesia) MUI Depok beberapa tahun yang lalu.
Dihadapan segenap prajurit dan PNS Makodam II/Swj yang mengikuti upacara pengibaran bendera, Apers Kasdam II/Swj juga menjelaskan bahwa pada akhir-akhir ini berbagai Media Massa, baik media elektronik maupun media cetak memberitakan tentang Gafatar yang meresahkan masyarakat Indonesia.
Sejumlah orang dikabarkan menghilang dan direkrut oleh organisasi Kemasyarakatan (Ormas) tersebut. Mereka juga mempengaruhi para pengikutnya dengan ajaran yang melenceng dari perintah agama.
Untuk itu, Kolonel Inf Muhammad Syech Ismed menghimbau seluruh prajurit dan PNS Makodam II/Swj, bahwa apabila mendengar hal-hal yang mencurigakan yang dilakukan oleh oknum masyarakat maupun orang-orang yang tak dikenal di wilayah tempat tinggal masing-masing, agar segera melapor dan terus meningkatkan 5 Kemampuan Teritorial serta pertajam upaya-upaya deteksi dini, cegah dini, temu cepat dan lapor cepat.
Pada kesempatan tersebut, Kolonel Syech Ismed juga mengatakan, bahwa pada satu bulan terakhir ini di wilayah Kota Palembang sudah dilanda musim penghujan. Biasanya wabah penyakit DBD akibat gigitan nyamuk pun menjadi ancaman warga ketika musim penghujan tiba.
Kita harus tetap waspada dan memperhatikan wadah penampungan air agar tidak tergenang yang dapat menimbulkan jentik-jentik nyamuk Aides Agypti. “Apabila melihat gejala demam pada anak-anak kita, agar secepatnya memeriksakan diri ke Dokter, jangan sampai terlambat yang berakibat dapat menimbulkan korban jiwa serta berkoordinasi dengan RT/RW setempat untuk dilaksanakan penyemprotan pencegahan DBD”, ujarnya.
Hadir pada upacara ini, Para Asisten Kasdam II/Swj, para Dan/ Ka Balakdam II/Swj dan seluruh Prajurit dan PNS Makodam II/Swj.(sofuan/rel)

