Halosumsel.com –

Terbenamnya harga minyak dunia sejak beberapa bulan lalu higga kini sempat menyentuh level terendah di angka 30 dolar AS per barel membuat pelaku usaha sektor minyak dan gas (migas) dalam negeri menjalankan stategi mengencangkan ikat pinggang dengan tujuan efisiensi untuk menekan biaya produksi. Dengan efisiensi tersebut diharapkan laba masih bisa terdongkrak meskipun harga jual turun.

Kepala SKK Migas Sumbagsel, Tirat Sambu Ichtijar mengatakan, beberapa perusahaan migas telah menetapkan target dari awal tahun. Untuk mencapai target tersebut, maka langkah efisiensi harus dilakukan. “Ada usaha-usaha mengencangkan ikat pinggang saat bicara harga energi yang menurun, sehingga cost bisa lebih terkontrol, perusaha migas me-review kembali harga-harga tersebut sehingga target tidak terganggu,” kata dia belum lama ini.

Dikatakannya, meski saat ini diakuinya belum ada laopran dari sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk menunda sejumlah proyek yang telah direncanakan. Namun, pihaknya memprediksi efisiensi yang dilakukan seperti masing-masing perusahaan biasanya meninjau kembali proyek eksplorasi yang akan dikerjakan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi dampak dari penurunan harga minyak tersebut. “ Impact-nya harus minimum. Bukan hanya dari proyek, biaya-biaya operasi juga bisa dioptimumkan, jadi bukan hanya mengentikan proyek,” tukasnya.

Menurutnya, yakin bahwa penurunan harga ini biasanya sudah diantisipasi oleh pelaku usaha. Terlebih lagi, investasi di sektor migas merupakan investasi jangka panjang yang sudah diperhitungkan secara matang.” Kami berharap apa yang sudah direncanakan oleh sejumlah KKKS itu dapat dilaksanakan,” tukasnya.

Sebelumnya, Vice President Development and Relations ConocoPhillips Indonesia Joang Laksanto mengatakan, pihaknya sedang melakukan efisiensi antara 20-30 persen karena adanya penurunan harga minyak dunia untuk menjaga revenue perusahaan tersebut pada tahun ini. “Sebetulnya kami tidak rugi tetapi revenue sedikit turun untuk menjaga itu perlu ada efisiensi,”katanya

Joang memaparkan efisiensi yang dilakukan pihaknya mencakup berbagai bidang, termasuk tidak menaikkan gaji karyawan pada tahun ini. Tak hanya itu, dia melanjutkan, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) itu juga menunda sejumlah proyek yang telah direncanakan. “Memang ada proyek-proyek yang ditunda tetapi kami tetap menjalankan komitmen yang kami sampaikan ke pemerintah,” katanya.

Dia mencontohkan salah satu komitmen tersebut adalah eksplorasi di mana pihaknya sedang menjalankan pengeboran di Palangkaraya. “ Efisiensi merupakan hal mutlak yang perlu dilakukan operator migas mengingat outlook harga minyak dunia hingga dua sampai tiga tahun ke depan tidak akan mengalami kenaikan yang signifikan,” pungkasnya. (ofie)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *