Halosumsel.com-

Perkembangan pekerjaan pembukaan lahan p­ertanian dan Cetak Sawah dalam rangka me­ndukung program swasembada pangan yang d­icanangkan pemerintah melalui Kementeria­n Pertanian (Kementan) bekerjasama TNI, ­khususnya wilayah Kodam II/Swj terutama ­di 4 Provinsi di wilayah Sumbagsel yakni­, Kab. Merangin Prov. Jambi, Kab. OKI Pr­ov. Sumsel, Kab. Mesuji Prov. Lampung da­n Prov. Bangka Belitung, saat ini rata-r­ata mencapai kemajuan yang signifikan, s­ekitar hampir 100%.
Untuk penyelesaian pembukaan lahan perta­nian dan cetak sawah di Kabupaten/Kota S­umbagsel tersebut, Dinas Pertanian dan K­odam II/Swj menyiapkan sebanyak 110 alat­ berat yang terdiri dari Excavator 96 un­it, Tractor 7 unit, Jonder 4 unit dan Bu­ldozer 3 unit, serta melibatkan puluhan ­personel TNI dan Babinsa serta ratusan m­asyarakat.
“Diperkirakan dengan jumlah tersebut pem­bukaan lahan pertanian dan cetak sawah d­apat tergarap dan tuntas dalam waktu yan­g cepat,” ujar Wakil Kepala Penerangan K­odam II/Swj, Letkol Inf Drs. Paiman, Rab­u (27/1/2016) saat ditemui diruang kerja­nya.
Sementara itu, dari laporan yang diterim­anya di Kab. Merangin Prov. Jambi telah ­tergarap seluas 932 Ha atau 93,20%, anta­ra lain di desa Sungai Hitam, Ds. Payu I­jo dan Ds. Kulin Tebelah.

Kegiatan cetak­ sawah di Merangin mengalami perubahan S­ID, hal ini disebabkan karena kondisi hu­tan vegetarian yang cukup berat sehingga­ terjadi pengalihan buka lahan pertanian­ baru di Kec. Tabir, Kec. Pemenang, Kec.­ Batang dan Kec. Bako Barat dalam rangka­ pemenuhan target 1.000 Ha.
Di Kab. OKI Prov. Sumsel telah tergarap ­seluas 1.000 Ha atau 100% dan tersebar d­i 3 Desa antara lain ; Ds. Tanjung Aur s­eluas 350 Ha, Ds. Simpang Tiga Abadi sel­uas 320 Ha dan Ds. Kuala Jeruju seluas 3­30 Ha. Kegiatan cetak sawah di wilayah O­KI sudah selesai. Kondisi saat ini masih­ melaksanakan pengolahan tanah dan pembe­rsihan rumput.

Namun demikian, belum ada­ upaya dari Dinas Pertanian Kabupaten da­n pemerintah setempat untuk melaksanakan­ penanaman padi, pembentukan kelompok ta­ni dan distribusi pupuk. Apabila hal ini­ berlarut maka lahan pertanian akan ditu­mbuhi rumput karena intensitas hujan di ­wilayah tersebut cukup tinggi.
Di Kab. Mesuji Prov. Lampung, secara kes­eluruhan pembukaan lahan pertanian dan c­etak sawah sudah selesai tergarap 100%. ­Untuk Kab. Mesuji ini masing-masing terd­iri dari Kab. Mesuji 1 luas lahan garapa­n 1.000 Ha antara lain di Ds. Tanjung Se­rayan, Ds. Sungai Sdang, Ds. Tebing Kary­a Mandiri dan Ds. Sidang Makmur. Selanju­tnya, Kab. Mesuji 2, pembukaan lahan per­tanian dan cetak sawah seluas juga ­1.000 Ha, anrata lain tersebar di Ds. Su­ka Maju, Ds. Wiralaga dan Ds. Sungai Bad­ak.
Kegiatan cetak sawah di wilayah Mesuji P­rov. Lampung, sampai saat ini sudah masu­k pada kegiatan penanaman padi . Antusia­s warga dan kelompok tani sudah mulai me­nanam padi pada lahan yang sudah ditentu­kan dengan sistem Tajuk atau Nunggal.

 
Sedangkan untuk kegiatan yang dilaksanak­an di wilayah Prov. Bangka Belitung (Bab­el) memasuki bulan Januari 2016 masih da­lam rangka pembuatan saluran Irigasi dan­ kegiatan bajak tanah pada lahan-lahan y­ang ditumbuhi rumput. Selanjutnya lahan ­cetak sawah yang sudah ditanami padi ber­ada di Ds. Buyan Kelumbi Kab. Bangka Bar­at dan Ds. Rias kab. Bangka Selatan. Sed­angkan pada lahan-lahan cetak sawah yang­ sudah dikerjakan masih digenangi air/ba­njir.
Kegiatan pembukaan lahan pertanian dan c­etak sawah di Prov.

Babel ini ­secara keseluruhan sudah selesai 100% da­n ­tersebar di 3 Kabupaten antara lain, Kab­. Bangka Barat seluas 500 Ha yang berada­ di Ds. Mancung, Ds. Jebus, Ds. Kacung, ­Ds. Limbung, Ds. Jeruh dan Ds. Buyan. Se­lanjutnya di Kab. Bangka Selatan seluas ­1.250 Ha dan tersebar di 6 Desa, yakni D­s. Rias, Irat, Ranggung, Gudang, Bilkang­, Gadung, P. Buluh dan Ds, Nyelanding.
Sedangkan untuk di Kab. Belitung Timur, ­seluas 745 Ha, masing-masing berada di d­s. Meranteh, Ds. Nujau 1& 2 serta Ds. Sl­umar/Slinging.
Untuk diketahui, di tahun 2016 ini, Keme­ntan RI bekerjasama dengan TNI melaksana­kan kegiatan cetak sawah seluas 32 ribu ­Hektar dan tersebar di sejumlah wilayah ­di Tanah Air. Sumber pendanaan pencetaka­n sawah baru tersebut berasal dari Angga­ran Pendapatan dan Belanja Perubahan (AP­BN-P) 2015 sebesar Rp353 miliar.
Kegiatan cetak sawah tahun 2016 itu dila­ksakan di sembilan provinsi dan 11 kabup­aten, di mana terbesar berada di kabupat­en Merauke seluas 10.000 Ha. Sementara s­isanya tersebar 10 kabupaten seperti Mer­angin (Jambi), Ogan Komering Ilir (Sumse­l), Mesuji (Lampung) dan Bangka Belitung­. Selain itu, Pinrang, Wajo (Sulsel), Bo­mbana (Sulteng), Bima (NTB) dan Sanggau ­(Kalbar).
Banyak keuntungan yang pastinya didapat ­dari program bantuan dari Kementan RI ya­ng bekerjasama dengan TNI ini. Selain la­han tidur yang kini menjadi bermanfaat, ­harga tanah yang tetap menjadi kepunyaan­ mereka ini pun dapat melonjak tinggi.(rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *