Halosumsel.com-
Wisatawan yang akan menikmati pemandangan Gerhana Matahari Total (GMT) yang akan melintas di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) ternyata akan disuguhkan berbagai destinasi lainnya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel, Irene Camelyn Sinaga mengatakan para wisatawan, terutama turis asing akan diajak berwisata ke tempat lain yang menjadi ciri khas kota Palembang.
“Pada pagi hari, para wisatawan bisa menikmati pemandangan GMT diatas Jembatan Ampera. Lalu, kita akan mengajak berwisata heritage di Palembang. Salah satunya wisata Sungai Musi di lima titik,” ujarnya Senin (1/2/2016).
Wisata Sungai Musi yang akan disuguhkan yaitu kawasan kuliner khas Palembang di Kelurahan 1 Ulu Palembang, Kampung Kapitan, Kampung Arab Al-Munawar di 13 Ulu Palembang, Kerajinan tekstil di 10 Ulu Palembang dan 34-35 Ilir Palembang. Lima lokasi ini berada di pinggiran sungai musi. Para wisatawan akan diajak berkeliling dengan menggunakan perahu melintasi bentangan Sungai Musi.
Di Kampung Arab Al-Munawar 13 Ulu Palembang sendiri akan disajikan makanan dan kerajinan khas Arab. Pasalnya, di Kampung Arab tidak hanya dihuni oleh satu keluarga besar bangsa Arab, namun juga wisata heritage dengan banyaknya rumah panggung tua berusia 200 tahunan.
“Kita sudah mensosialisasikannya ke warga Kampung Arab Al-Munawar. Ada perbaikan dan kebersihan untuk mendukung program wisata heritage. Disana juga banyak bangunan tua yang memang sangat bersejarah, itulah yang menjadi daya tariknya. Kampung Arab juga punya zonasi yang tidak terlalu jauh,sehingga pengembangannya mudah,” lanjutnya.
Selain itu, para turis juga akan diajak untuk mengunjungi peninggalan etnis Tionghoa atau disebutnya Ekspedisi Cengho dan Ekspedisi Sriwijaya yang berkaitan dengan wisata heritage peninggalan Kerajaan Sriwijaya di masanya.
Ditambahkan Sejarahwan, RM Ali Hanafiah, Kampung Arab di 13 Ulu Palembang memang sangat cocok untuk menjadi destinasi wisata di Palembang.
“Karena disana orang arab semua dan memang cocok dijadikan seperti kampung budaya. Rumah-rumahnya berusia ratusan tahun. Walau orang Arab, namun bangunannya kental dengan nuansa Palembang.karena dulunya, seluruh pendatang wajib mengikuti sabda sultan dengan membangun rumah khas Palembang,” ucapnya. (ryu)

