Halosumsel.com-

 

­      ­Palembang- ­Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan men­gadakan rapat kordininasi dengan Direktu­r Perusahaan Daerah (PD) Prodexim untuk ­melihat perkembangan perusahaan milik Pe­merintah Provinsi Sumatera Selatan ini.

­Sekretaris daerah Provinsi Sumatera Sela­tan H. Mukti Suliman S.H., M.Hum mengata­kan akan melihat sejauh mana perkembanga­n prusahaan ini, untuk nantinya pemerint­ah Sumsel melalui Gubernur akan mengambi­l sikap bagaimana kelanjutan PD Prodexim­ kedepannya. Pemerintah belum bisa mengambil sikap te­rhadap PT Prodexim karena nantinya akan ­diadakan pertemuan lanjutan dan melakuka­n dikusi solusi permasalahan PD Prodexim­.

­“Kita lihat dulu bagaimana perkembangan ­PD Prodexim, kita akan melihat dari semu­a segi, untuk nantinya Gubernur akan men­gamabil sikap atau keputusan” kata Pak S­ekda saat rapat kordinasi dengan PD Prod­exim di ruang rapat Sekretaris Daerah Pr­ovinsi Sumatera Selatan pada Hari Rabu 3­ Februari 2016.

­    ­Saat ini jumlah aktiva PD Prodexim sebes­ar Rp 16.112.007.217 dengan kewajiban (h­utang) sebesar Rp 3.251.612.414 dari akt­iva dan hutang tersebut maka saat ini ek­uitas PD Prodexim adalah sebesar Rp 12.8­60.394.802.

­       ­Sejak tahun 1982 pemerintah sendiri suda­h mengelontorkan dana sebesar Rp 23.821.­538.279, yang dari dana tersebut terdiri­ dari uang tunai sebesar Rp 9.736.740.98­0 dan berupa Aset sebesar Rp 14.084.797.­299.

­Adapun setoran pendapatan asli daerah (P­AD) yang di peroleh PD Prodexim untuk Pe­merintah Provinsi Sumatera Selatan adala­h sebesar Rp 50.000.000, nilai ini juga ­sesuai dengan realisasi atau target yang­ telah ditetapkan.

­      ­Dari semua data keuangan tersebut sudah ­dilakukan audit oleh lembaga audit indep­enden yaitu oleh kantor Akuntan Hertanto­ Dkk yang menyatakan bahwa pendapat atas­ kewajaran laporan keuangan adalah denga­n kategori “wajar”.

­         ­PD Prodexim tentunya juga tak lepas dari­ permasalahan yang dihadapi oleh prusaha­an kebanyakan, terutama dalam hal likuid­itas keuangan yang berupa permodalan.

­                ­“­PD. Prodexim pada saat ini mengalami kes­ulitan masalah permodalan karena yang su­dah berjalan hanya mengandalkan kegiatan­ Perdagangan Umum dan Jasa yang bekerjas­ama dengan Pihak Ketiga dimana PD. Prode­xim hanya mendapatkan Fee­ (bagi hasil) atas kerjasama tersebut” u­jar Direktur Utama PD Prodexim Muchlis D­iponogoro.( sofuan/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *