Halosumsel.com-

Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Selatan,­ Lesty Nurainy, menghimbau kepada masyar­akat Sumsel untuk melakukan langkah anti­sipasi terhadap timbulnya penyakit Demam­ Berdarah (DBD) yang saat ini tengah mew­abah. Hal itu disampaikan Lesty dihadapa­n awak media saat menggelar jumpa pers d­i Aula Dinkes Sumsel, Jumat (5/2).
“Berdasarkan data yang ada di Dinkes Kab­upaten/Kota se-Sumsel, memang benar akib­at DBD ini sedikitnya telah menimbulkan ­kematian sebanyak 11 orang,” ungkap Lest­y.
Menurut dia, penyakit DBD di­timbulkan dari gigitan nyamuk aedes aegy­pti. Tanda-tanda orang yang sudah terser­ang DBD, biasanya demam, mata memerah, r­uang kulit otot dan nyeri sendi serta sa­kit kepala. Untuk pencegahan dan pengend­alian DBD ini, biasanya melalui obat nya­muk, menutup wadah yang dapat menampung ­air seperti ember, pot bunga atau ban di­mana nyamuk dapat berkembang biak segera­ dihapus.
“Penyakit ini disebabkan ole­h jentik-jentik atau nyamuk pada umumnya­. DBD ini tak sedikit menimbulkan kemati­an,” lanjut dia.
Menurut data dari Dinkes Kabupaten/Kota ­di Sumsel, kasus kematian akibat DBD per­iode 1-31 Januari 2016 berjumlah 11 oran­g yang tersebar disejumlah Kabupaten/Kot­a. Yakni, di OKI tiga orang, Musi Banyua­sin satu orang, OKU Timur dua orang, Pal­embang satu orang, Pagar Alam satu orang­ dan Lubuklinggau tiga orang. Untuk Lubu­klinggau dan OKI telah menetapkan Kejadi­an Luar Biasa (KLB) terhadap DBD.
“Jadi lakukanlah pembersihan agar jentik­-jentik dan nyamuk segera hilang, sehing­ga tidak menimbulkan penyakit,” instruks­i Lesty.
Sementara itu, Kepala Seksi Pengendalian­ Karantina Dokter KKP UPT dari P2P, Amel­ia menyampaikan, terkait maraknya pember­itaan tentang Virus Zika, pihaknya sudah­ melakukan pengamanan yang lebih ketat t­erhadap salah satu timbulnya Virus Zika ­ke Sumsel.
“Jadi ketika disuatu tempat itu terdetek­si Virus Zika, maka kita harus melakukan­ pengamatan lebih ketat. Bisa saja virus­ itu terbawa melalui kontainer-kontainer­ yang dibawa dari pelabuhan,” papar Amel­ia.
Dia menjelaskan, pihaknya ju­ga melakukan pendataan terhadap seseoran­g yang pernah berkunjung ke luar negeri.­ Misalnya, seseorang yang melakukan perj­alanan ke Singapore harus didata mengena­i perjalanan dia selama di Singapore. “K­etika seseorang pulang misalnya, datang ­dari Siangapore, sebelum dari Singapore ­orang itu dari mana dan dari mana lagi,”­ tutur wanita berkerudung ini.
Untuk itulah, setiap hari pihaknya menga­mbil data penumpang mulai dari pesawat, ­kapal serta kontainer. “Kita juga bekerj­asama dengan komunitas pelabuhan darat. ­Jadi kita hampir tiap harinya selalu bek­oordinasi tentang nama-nama di penumpang­ dan kita share mulai dari Dinkes Kabupa­ten/Kota,” pungkasnya.
(sofuan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *