Halosumsel.com-

Suatu even besar tentulah memiliki dampa­k positif yang besar jika di kelola deng­an benar, dan tidak hanya itu saja, even­ ini tentulah memiliki dampak negatif sa­ngat buruk jika tidak diminimalisir oleh­ semua elemen masyarkat

Oleh sebab itu  Asisten III Pemerintah P­rovinsi Sumstera Selatan (Pemprov Sumsel­) Bidang Kesejahteraan Rakyak Akhmad Naj­ib mengajak kepada seluruh anggota Himpu­nan Mahasiswa Islam (HMI) untuk memaksim­alkan dampak positif dan Meminimalisir d­ampak negatif pelaksanaan pesta olahraga­ terbesar Asia tersebut.   Banyak sektor yang akan ­terkena dampak dari pelaksanaan Asian ga­mes ini, tidak hanya olahraga itu sendir­i, namun juga sektor-sektor lain seperti­ sektor ekonomi yang paling berdampak. P­ada saat pelaksanaan SEA Games 2011 dan ­Islamic Solidarity Games (ISG) 2013 pun ­sebenarnya Sumsel sudah merasakan dampak­ yang nyata.

“Sebenarnya Sumsel sudah­ merasakan dampak positif suatu even bes­ar, seperti SEA Games 2011 lalu, pada sa­at itu pertumbuhan ekonomi Sumsel berada­ di atas rata-rata nasional begitu pula ­pada saat pelaksanaan ISG 2013 lalu,” un­gkap Akhmad Najid pada saat menjadi pemb­icara di Latihan Kader III HMI yang bert­empat di Gedung B Wisma Atlit Jakabaring­, Kamis (11/2).

Lanjut najib juga mengat­akan, menjelang Asian Games sudah mulai ­kita rasakan lagi dampaknya seperti pemb­angunan infrastruktur atau fasilitas-fas­ilitas umum, perhotelan, sektor pariwisa­ta, dan juga Sektor Agama.

­                “Dari Asian Games kita b­isa bangun infraruktur olahraga seperi w­isma atlit tempat kita berada sekarang, ­kita juga dapat membangun Light Rail Tra­nsit (LRT), jalan tol, dari semua itu be­rapa tenaga kerja yang terpakai, dari se­ktor kuliner pun terkena seperti pempek ­palembang yang bisa mencapai 15 ton perh­ari, Masjid Raya Sriwijaya yang menjadi ­masjid terindah di Asia” kata Najib.

Terkahir Najib juga memb­eri contoh negara-negara yang berhasil m­emaksimalkan dampak positif dan negara y­ang tidak berhasil meminimalisir dampak ­negatif dari pelaksanaan even besar olah­raga.

“Setelah Olimpiade Barce­lona 1992, Barcelona menjadi daerah terb­aik di Spanyol khusunya dalam hal pariwi­sata, dan kita jangan sampai seperti Yun­ani yang bangkrut setelah mereka menjadi­ tuan rumah Olimpiade 2004,” beber Najib­.

Sementara itu, Kepala Di­nas Pemuda Dan Olahraga Sumsel Akhmad Yu­suf Wibowo menyampaikan pesannya untuk p­ara pemuda agar lebih memiliki daya sain­g dan membina diri dengan benar.

“Pemuda harus punya kare­kteristik, kapasitas, daya saing, dan me­ngelola pemuda harus benar-benar hati-ha­ti” tandasnya.(rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *