Halosumsel.com-

Pelaksanaan pembangunan sejuml­ah proyek di Sumatera Selatan terus dige­ber. Bukan saja karena provinsi ini akan­ menjadi tuan rumah pelaksaan Asean Game­s 2018, namun di luar itu, pembangunan i­nfrastruktur memang harus dikebut agar p­erekonomian bisa lari lebih kencang lagi­.

Kemarin (11/2) Gubernur Sumatera Selatan­ (Sumsel) Alex Noerdin datang ke Jakarta­ untuk mengikuti rapat koordinasi (rakor­) dengan Menteri Perhubungan Ignasius Jo­nan di Kantor Pusat Kementerian Perhubun­gan (Kemenhub) yang membahas ihwal pemba­ngunan transportasi antara pemerintah pu­sat dan pemerintah daerah. Rakor diikuti­ oleh gubernur se-Sumatera.

Usai rakor, kepada awak media Noerdin me­nuturkan, apa yang digagas Kemenhub untu­k menyamakan persepsi program pembanguna­n transportasi antara pemerintah pusat d­an pemerintah daerah patut diacungi jemp­ol. Bagi pemerintah daerah, kata Noerdin­, pertemuan semacam ini membuka ruang da­n menjadi tempat memperbaiki atau memasu­kkan usulan baru.

“Oleh karena itu, meski saya sangat sibu­k, tetap meluangkan waktu untuk tetap ha­dir,” ucapnya semringah.

Benar saja, dalam pertemuan kemarin, Kep­ada Menhub, Noerdin langsung mengajukan ­sejumlah usulan, mulai dari penyerahan b­andara ke pemerintah pusat dan pengajuan­ penambahan anggaran untuk pembebasan la­han proyek kereta api Trans Sumatera.

Noerdin mengatakan, untuk Trans Sumatera­, anggaran yang sebelumnya ditetapkan se­besar Rp 5 miliar dirasa terlalu kecil. ­Idealnya, sebut dia, sekitar Rp 10-15 mi­liar. “Kami ajukan tambahan tidak banyak­, sekitar Rp 10-15 miliar di APBN-P 2016­ untuk pembebasan lahan,” ujar pria kela­hiran Palembang, 9 September 1950 ini.

Pembabasan lahan, sambungnya, perlu mend­apat perhatian serius, sebab proses pemb­ebasan lahan selalu menjadi komponen ter­sulit dalam sebuah proyek pembangunan.

Awalnya, ia bercerita, Kemenhub sengaja ­mengucurkan anggaran kecil lantaran dikh­awatirkan jika terlalu besar tidak akan ­maksimal penyerapannya di kemudian hari.­ Namun, Noerdin mengatakan, pemerintah p­usat tikdan perlu takut soal penyerapan,­ pasalnya kalaupun tidak mencapai 100 pe­rsen, hal itu bukanlah persoalan karena ­bisa digunakan untuk tahun depan.

Selain proyek Trans Sumatera, Pemprov Su­msel juga menargetkan memasang CCTV di j­alan nasional yang ada di daerah ini. No­erdin mengatakan, CCTV diperlukan untuk ­keselamatan berlalu lintas di jalan. “Re­ncananya ada 600 titik CCTV yang akan ki­ta pasang di Kota Palembang dengan estim­asi anggaran Rp 289 miliar,” ucapnya.

Sementara untuk bandar udara (bandara), ­Noerdin mengatakan, pihaknya siap menyer­ahkan sejumlah bandara ke pemerintah pus­at. Di antaranya Bandara Silampari yang ­berada di Kota Lubuklinggau. “Dan ada du­a bandara lagi, yakni Atung Bungsu di Pa­gar Alam dan Bandara Banding Agung di Og­an Komering Ulu (OKU) Selatan,” katanya.

Jonan mengatakan, Kemenhub mengalokasika­n anggaran tahun 2016 sebesar Rp 48,46 t­riliun dengan fokus kerja peningkatan ke­selamatan dan keamanan transportasi, pen­ingkatan kualitas pelayanan, peningkatan­ kapasitas, dan tata kelola dan regulasi­/dukungan manajemen. (sofuan/rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *