Palembang, Halosumsel – Gelanggang olahraga Palembang Sport dan Convention Center bergema dengan teriakan khas “Kiai!” yang penuh semangat. Ribuan pasang mata dari yang masih belia hingga yang dewasa tertuju di atas tatami. Sorot mata mereka memancarkan tekad, fokus dan sedikit gemuruh adrenalin. Inilah suasana yang menyelimuti Kejuaraan Karate Piala Pangdam II/Sriwijaya yang digelar selama dua hari Sabtu-Minggu (11-12 Oktober 2025), dan berhasil menyedot perhatian 1.900 peserta.
Tidak hanya dari Sumatera Selatan ajang bergengsi ini menjadi magnet bagi perguruan karate dari berbagai penjuru Sumatra. Kontingen dari Bengkulu, Lampung, Jambi, Bangka Belitung, hingga Sumatera Utara memadati venue menjadikannya lebih dari sekadar kompetisi tapi juga sebuah festival persaudaraan para karateka.
Di balik suksesnya even akbar ini, terdapat sinergi kuat antara institusi TNI dan organisasi olahraga Kolonel Inf Rony Fitriyanto, S.Sos.Asisten Operasi Kasdam II/Sriwijaya yang juga bertindak sebagai Ketua Umum Pembina Kejuaraan menekankan bahwa even ini adalah wujud nyata kerja sama antara Kodam II/Sriwijaya dengan FORKI dan KKI Provinsi Sumsel.
“Kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi tetapi juga sarana pembinaan bagi generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berdisiplin, dan memiliki semangat nasionalisme yang tinggi,” ujar Kolonel Rony di sela-sela peninjauan pertandingan.
Ia melihat karate bukan sekadar olahraga bela diri tetapi juga sekolah kehidupan yang mengajarkan nilai-nilai inti seperti kejujuran, hormat, dan pantang menyerah. Apresiasi tinggi ia sampaikan kepada seluruh panitia dan pihak terkait atas kelancaran even ini, dengan harapan kegiatan serupa dapat berkelanjutan.
Mengkoordinir ribuan peserta dengan beragam kategori bukanlah tugas mudah. Letkol Inf Luki Pardianto, S.E., M.M., yang menjabat sebagai Koordinator Penyelenggara menjelaskan detail pelaksanaan.
“Alhamdulillah kegiatan ini mendapat sambutan luar biasa dari para peserta dan dukungan penuh dari Pangdam II/Sriwijaya serta FORKI Sumsel. Turnamen ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan karate di wilayah Sumatera Selatan,” ungkap Letkol Luki, yang sehari-hari adalah Pabandya Sopsdam II/Sriwijaya.
Pertandingan dibagi dalam berbagai kategori, mulai dari usia dini (prajurit cilik) yang lucu namun penuh konsentrasi, hingga tingkat senior yang mempertontonkan teknik tinggi, kecepatan, dan kekuatan yang memukau. Setiap pukulan, tangkisan, dan tendangan dinilai dengan saksama oleh para juri.
Yang membuat even ini spesial adalah nuansa festival yang tercipta. Di sela-sela ketegangan pertandingan utama panitia menyelenggarakan festival karate. Acara ini menampilkan atraksi bela diri spektakuler, pengenalan teknik dasar karate untuk pelajar, serta sesi edukasi tentang pentingnya sportivitas dan kedisiplinan.
Suasana ceria terlihat di area festival. Anak-anak dengan antusias mengikuti instruktur, mencoba gerakan dasar sambil sesekali tersenyum lebar. Di sinilah benih-benih kecintaan pada karate ditanam tidak hanya pada teknik tetapi juga pada karakter yang dibentuknya.
Semangat dan disiplin yang terpancar dari ribuan peserta inilah yang akan terus membara menjadi energi positif bagi generasi muda Sumatra Selatan dan sekitarnya, siap menghadapi tantangan di atas dan luar tatami.
Sofuan



