Halosumsel.com –
Tercatat sebanyak 358/100.000 jiwa yang meninggal pada kasus ibu melahirkan. Hal ini menandakan masih tingginya angka kematian di Indonesia yang disebabkan karena melahirkan. Untuk angka kematian di kota Palembang sendiri terhitung mencapai 48 jiwa pertahunnya.
Salah satu faktor yang menyebabkan tingginya angka kematian ini menurut Dr. Hj. Hartati, SpOg selaku kepala divisi Observasi Genetologi Rumah Sakit Muhamad Hoesin (RSMH) Palembang banyaknya angka kematian dikarenakan masih kurangnya asupan zat besi yang ada didalam tubuh ibu hamil. Kurangnya zat besi dapat menyebabkan anemia ataupun hipertensi sehingga rentan sekali terjadi pendarahan pada ibu yang akan melahirkan.
“Hampir 40 persen karakteristik ibu hamil mengidap penyakit anemia sehingga dapat menyebabkan pendarahan pada saat melahirkan. Pada kelahiran normal darah yang keluar mencapai 500 cc sedangkan pada persalinan caesar bisa mencapai 1 liter. Bayangkan hal ini terjadi pada ibu yang terkena anemia, darah pada tubuhnya akan habis seketika sehingga menyebabkan kematian,” ungkap Hartati, Senin (15/2) usai sosialisasi mengenai program informasi gizi.
Salah satu faktor yang menyebabkan masih tingginya angka kematian ibu melahirkan, menurut Hartati dikarenakan belum adanya atau masih minimnya edukasi mengenai pentingnya zat besi.
“Jika kekurangan zat besi akibatnya dapat terkena penyakit anemia ataupun hipertensi sehingga bisa menyebabkan kejang-kejang maka dari itulah pentingnya asupan yang harus berikan pada anak-anak sejak usia 12 tahun,”jelasnya.
Hartati melanjutkan kematian yang disebabkan karena anemia sebanyak 20 persen.
“Sebenarnya pihak Pemerintah Kota sudah melakukan banyak tindakan namun masih saja 1/3 populasi masyarakat dikota mengidap anemia. Semoga saja dengan adanya sosialisasi yang diadakan Dinas Kesehatan kota Palembang dengan terjun langsung ke puskesmas bisa mengurangi angka kematian yang disebabkan karena kurangnya zat gizi dan juga sekaligus bisa memberikan edukasi ke masyarakat,”pungkasnya.
(aisyah)
