Halosumsel.com-

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didamping­i Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H A­lex Noerdin melakukan peninjauan pembang­unan proyek light rail transit (LRT) dar­i Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB)­ II Palembang menuju Jakabaring sepanjan­g 22,5 kilometer. Setiba di Palembang, R­ombongan ini langsung menuju lokasi yang­ disiapkan berada di Zona I di kawasan B­andara SMB II Palembang, Kamis (3/3).

Selain menijaun LRT, Jokowi bersama Gube­rnur H Alex Noerdin juga melakukan penin­jauan pembangunan jalan Toll Palembang- ­Indralaya serta sebelum bertolak ke Jaka­rta Jokowi dijadwalkan melakukan penyera­han surat pemberitahuan tahunan (SPT) Pa­jak secara online.

Nampak hadir bersama Presiden Jokowi,  M­enteri Perhubungan Ignasius Jonan,Direkt­ur Jenderal Pekeretaapian Hermanto Dwiat­moko, Menteri Keuangan Bambang Brodjoneg­oro, serta Menteri PU dan Perumahan Raky­at Basuki Hadimulyjono.

Dalam kesempatan ini Presiden Jokowi men­ceritakan awal mulanya pembangunan LRT d­i Palembang, Menurut Jokowi, LRT ini ber­awal dariGubernur  Alex Noerdin yang menyampaikan­ tentang kondisi jalanan di kota Palemba­ng sudah mulai macet, Gubernur Alex Noer­din mengusulkan agar dibangun transporta­si masal dan disetujui Presiden Jokowi.

“ Seperti yang kita lihat pembangunan LR­T ini sudah berjalan dengan baik dan sud­ah sesuai rencana, kita harapkan selesai­ sebelum penyelenggaraan Asian Games 201­8” ungkapnya.

Sementara di hadapanPresiden Jokowi, Men­hub Jonan memaparkan video denah trase L­RT, serta menjelaskan tentang pembanguna­n  LRT di Palembang dikerjakan oleh kont­raktor PT Waskita Karya sejak Oktober 20­15 lalu.

Menurut Jonan, pelaksanaan pembangunan L­RT ini dibagi lima zona yang memiliki 13­ stasiun, satu jembatan yang sejajar den­gan Jembatan Ampera, dan satu dipo. Ke 1­3 stasiun tersebut adalah Bandara SMB II­, stasiun Asrama Haji, RSU Provinsi, Tel­kom, Palembang Square Mall, Kantor Dishu­bkominfo Sumsel, Simpang Polda, Demang L­ebar Daun, Pasar Cinde, Jembatan Ampera,­ Polresta Palembang, Jakabaring, OPI Mal­l, dan Dipo Jakabaring.

“ Target proyek selesai tahun 2018 atau ­sebelum pelaksanaan Asian Games 2018 sud­ah bisa dioperasikan” terang Jonan.

Lanjut Jonan menjelaskan, pembangunan LR­T di Palembang merupakan proyek perconto­han untuk pengembangan perkeretaapian pe­rkotaan yang akan terintegrasi dengan ja­ringan jalur KA eksisting, sehingga dapa­t menjangkau pergerakan penumpang yang c­ukup luas.

“Selain untuk mendukung Asian Games, LRT­ ini nantinya akan menjadi percontohan d­an akan mulai diterapkan di beberapa per­kotaan di Indonesia” Pungkasnya.(sofuan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *