Halosumsel.com-
Rangkaian kegiatan perayaan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2016, Pengurus PWI Kabupaten Banyuasin gelar Bhakti Sosial dengan mengunjungi sekaligus menyerahkan berbagai bantuan kepada warga Miskin yang ada diwilayah Kabupaten Banyuasin.
Kegiatan yang diselenggarakan Jumat (11/3) kemarin mengunjungi dan menyetahkan berbagai bantuan berupa sembako dan pakauan layak pakai kepada keluarga Masia (65) warga Dusun 4 RT 26 Desa Sukamulya Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin.
Masia seorang janda yang hidup bersama kedua anak lelakinya yang mempunyai kelainan mental itu menumpang diperumahan PTPN 7 Unit Tebenan Betung yang sudah tidak ditempati lagi oleh pekerja perusahaan.
Karena kemanusian saja, maka menejer perusahaan dari PTPN 7 Tebenan itu memberikan pasilitas perumahan untuk tinggal keluarga Nenek Masia, selain itu sebelum pensiun dan meninggal dunia suami nenek itu juga sebagai pekerja di perusahaan itu, terang menejer PTPN 7 Tebenan Bagus Barusoko dalam sambutannya ketika meyambut kedatangan rombongan Pengurus PWI Banyuasin yang dipimpin langsung Ketuanya Saryanto.
Bagus menyambut inisiatif dari Pengurus PWI Banyuasin yang sangat peduli terhadap kehidupan masyarakat yang kurang bernasib baik ekonomi keluarganya dan semoga berbagai bantuan itu dapat bermanfaat dalam kelangsungan hidupnya.
Karena yang hadiri acara ini wartawan dari berbagai media tentunya dapat diekspos dan tersiar diaeluruh penjuru tanah air dan akhirnya kehidupan keluarga nenek Masia ini secepatnya ditangani pemerintah dengan lebih baik, harapnya.
Kepala Desa Sukamulya melalui Ketua RT 26, Ngadiran SE mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan kepedulian dari PWI Banyuasin terhadap kehidupan warganya yang kurang bernasib ini.
Ngadiran berharap peristiwa semacam ini bisa diikuti lembaga yang lain dan lebih diharapkan dari Pemkab Banyuasin, karena kedua anak Nenek Masia ini dalam kondisi kekurangan mental, tentu sangat membutuhkan perawatan dan pelayan hidup secara khusus.
” Saat ini masih beruntung karena masih bersama ibunya, tetapi jika ibunya tidak ada lagi siapa yabg akan merawatnya, kalau bukan dari pemerintah dan tidak mungkin namanya manusia akan dibiatkan terlantar”, ucap Ngadiran penuh perhatian Pemkab Banyuasin.
Sementara itu Ketua PWI Banyuasin, Saryanto mengatakan dalam kunjungan beserta rombongan kelokasi ini selain merupakan rangkaian kegiatan dalam perayaan HPN juga ingin menyalurkan berbagai bantuan kepada keluarga Nenek Masia.
Semua barang bantuan itu dikatakan Saryanto bahwa dari hasil bantuan dari dermawan yang dihimpun oleh Pengurus PWI Banyuasin untuk disalurkan kesini. Maka jangan dilihat nilainya, tetapi setidaknya semua bantuan yang PWI ini salurkan dapat merungankan beban hidup keluarga Nenek Masia, jelasnya singkat.
Anehnya Kades Sukamulya Eko, yang turut menghadiri tempat kegiatan PWI Banyuasin dalam rangka menyalurkan bantuan mengatakan kalau dirinya baru mengetahui kalau ada warganya ada yang terlantar bahkan hidupanya yang semacam itu.
Dikatakan Eko, ketidaktahuan itu dirinya berdalih karena baru menjabat Kepala Desa di Desa Sukamulya itu baru berjalan sebulan, namun kesepannya dia berusaha ingin mencatat berbagai masalah yang dialami oleh warga, katanya.(waluyo)

