Penangkapan Bupati Ogan Ilir (OI), AWN (28) bersama keempat rekannya terkait kasus penyalah gunaan narkoba juga ditanggapi oleh partai pengusungnya, yaitu Partai Golkar dan PDI-P.
Seperti disampaikan Sekretaris DPD I Partai Golkar Sumsel, Herpanto, dirinya baru mengetahui tentang kasus ini dari media, karena ia sedang berada diluar kota.
“Kurang tahu informasinya, tahu dari media karena saya baru sampai di Kabupaten Lahat, Sumsel sekitar pukul 00.00 WIB lalu. Kalau secara keorganisasian, memang tidak berdampak langsung. Karena ini bukan persoalan politis tapi secara personal, yang mana semua partai juga pernah mengalaminya. Kita prihatin dengan kondisi seperti ini dan juga merasa kecewa. Tapi kita berharap ini cepat selesai dan kader lain tidak melakukan hal ini,” ujarnya Senin (14/3).
Pihaknya tidak mau menyimpulkan terlalu dini. Pasalnya, belum ada kepastian langsung secara hukum dan masih menggunakan prinsip praduga tak bersalah. Namun, dengan adanya kasus ini, DPD I Partai Golkar Sumsel akan mengusulkan ke pusat untuk calon kepala daerah dari partainya agar mengikuti tes kesehatan.
Diakuinya, selama ini tidak ada seleksi kesehatan untuk kader yang diusung maju ke Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Ini akan jadi pengalaman DPD I Partai Golkar Sumsel dan menyerahkan kebijakan ini ke pusat.
“Kita akan ajukan ke pusat, tergantung kebijakan dari pusat. Sejauh ini juga belum ada pengurus pusat yang menanyakan kasus ini ke kita, karena masih belum ditetapkan secara hukum,” lanjutnya.
Saat disinggung tentang alasan Partai Golkar mau mengusung AWN, karena pihaknya menilai sosok AWN cukup berprestasi dan cocok maju sebagai pemimpin daerah. Kendati dari hasil kampanye, nama AWN dan pasangannya berada dibawah rivalnya, Helmi Yahya-Muchendi. Namun secara internal, AWN diakui cukup banyak mendapatkan dukungan dari warga Kabupaten Ogan Ilir (OI).
“Dia berpotensi, kita lihat didalam kepengurusan, Pengalaman sebagai anggota DPR dan Ketua Fraksi Golkar di DPRD Ogan Ilir. Kita tidak melihat usianya yang muda atau dia adalah anak mantan Bupati OI. Begitu dicalonkan, fokusnya memang untuk memenangkan dan kita support. Baik kampanye monologis maupun dialogis. Semua tim bergerak dan respon masyarakat juga cukup bagus. Dia juga sudah lama bergabung jadi kader Partai Golkar,” ungkapnya.
Sementara itu, Giri Ramanda,Ketua DPD PDI-P Sumsel enggan berkomentar banyak tentang kasus penangkapan AWN. Bahkan dirinya tidak mau membeberkan alasan PDI-P menjadi partai pengusung AWN.
“Saya tidak mau berkomentar dulu, karena saya belum tahu soal kasus ini. Kalau mau nanya soal dukungan, harusnya menanyakannya delapan bulan lalu. Kalau sekarang kan sudah jadi bupati,” ucapnya. (Sofuan/Ryu)

