Halosumsel.com-
Sedikitnya ada ratusan warga dari beberapa desa di Kecamatan Banyuasin III yang tergabung dari Desa yang tidak puas atasbhasil keputusan dari DPRD terkait telak pusat Ibukota Pemekaran Kecamatan yakni datang dari desa Galang Tinggi, Tanjung Beringin, Plajau ilir dan Desa Ujung Tanjung yang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Tanjung Remas (Gemetar).
Mereka menggugat ke Gedung DPRD Banyuasin terkait masalah, Posisi dan letak Ibukota kecamatan pemekaran yang tidak sesuai dengan aspirasi dan pengajuan awal, yaitu sesuai keputusan Panitia yang telah disepakati 9 desa, yaitu Kec. Tanjung Remas dengan Ibu kotanya Galang Tinggi bukan ibu kotanya Simpang Rimba Alai karena itu masyarakat mendesak Dewan untuk mengembalikan kesepakatan awal yang telah di tetapkan panitia.
Namun keputusan tersebut dimentahkan dalam paripurna pada 5 Februari 2016 yang menyatakan ibukota untuk Tanjung Remas adalah Simpang Rimba Alai sesuai dengan pansus tetapkan desa petaling sebagai ibukota kecamatan baru.
Sayangnya, saat masyarakat ‘melabrak’ digedung dewan terhormat di Komisi I DPRD Banyuasin’ hanya dijaga seorang saja yakni Sriyatun yang merupakan anggota DPRD dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).
Namun sebagai wujud kepedulian terhadap aspirasi warga yang masuk dalam Dapil V, Sriyatun menemui massa yang jumlahnya ratusan orang kesemuanya laki-laki dan meminta perwakilan warga untuk berdialog keruangnya.
Dalam pertemuan tersebut, salah satu perwakilan warga yang juga koordinator aksi, M. Daud mengatakan, pihaknya protes dengan keputusan Pansus 1 telah menyatakan bahwa Kecamatan Tanjung Remas ibu kota Petaling berada di Simpang Rimba Alai.
“Lokasi tersebut masih berupa hutan, sementara di Galang Tinggi sudah berdiri berbagai fasilitas sosial seperti sekolah,” ujarnya.
Ketika di wawancarai awak media usai melakukan demo di DPRD pada Selasa (8/3) kemarin M. Daud mengancam, bila masalah penetapan ini tidak ditanggapi secara serius, maka pihaknya akan membawa massa yang lebih banyak dari yang sekarang.
“Tuntutan ini mutlak hasil dari kesepakatan sejak awal,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Sriyatun yang didampingi Konar Zuber dan Syarif berjanji akan segera memberitahukan kepada anggota lainnya.
“Saat ini kami hanya sebatas menerima dan menampung aspirasi warga. Mengingat saat ini anggota lainnya sedang tidak berada ditempat, ” ujarnya.(waluyo)

