Halosumsel.com-

Membiarkan siswa yang masih dibawah umur menyandang tas berisi kelengkapan sekolah yang berat dipundaknya dalam waktu yang lama dapat mempengaruhi perkembangtan tubuh anak dimasa depan.
Hal tersebut diungkapkan HRD Klinik Fisiotrapi Ivan Group, Yenni Hafiza SE ketika menggelar sosialisasi bertema “Postural Problem, salah satunya Scoliosis,”di hadapan guru Sekolah dasar (SD )Muhammadiyah 6 Palembang Jalan Kolonel H Burlian Balayudha, Senin (14/3).

Ditemani dua fisiotrapis, Ratri Rahmawati AMd FT dan Siska Anggeraini AMd FT, HRD Klinik Fisiotrapi Ivan Group yang beralamat di Jalan Swadaya No 06-07/ 541 D (Sebelah Kampus Stisipol Chandra Dimuka) Palembang ini menerangkan, arti pentingnya menjaga kesehatan pada anak, khususnya bagi anak di bawah umur. Tidak hanya itu, pengaruh membawa tas dipundak yang berat atau melampau kapasitas beban anak dalam waktu lama serta tidur di tempat empuk akan berdampak buruk pada anak.

“Tujuan sosialisasi kali ini menjelaskan pentingnya menjaga scoliosis. Artinya, menjaga tulung punggung yang melengkung ke samping, membentuk kurva S atau C sehinga dapat menyebabkan pinggul dan bahu tidak seimbang. Biasanya kondisi ini akan dialami anak-anak dan remaja awal, ketika mereka tumbuh cepat. Dampak dari scoliosis ini sendiri akan menyebabkan nyeri punggung dan pinggang, sehingga dapat menyebabkan gangguan pernafasan dan ketagangan,” jelasnya.

Dikatakan Yenni, beratnya beban di bahu anak yang masih dalam masa pertumbuhan, akan sangat mempengaruhi perkembangan tubuh anak di masa depan.

“Betul, anak SD hendaknya tidak diperbolehkan membawa beban di luar kapasitasnya. Sebab itu mempengaruhi perkembangan tubuhnya sendiri dimasa yang akan datang,” tandasnya. (selfy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *