Halosumsel.com –
Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus melakukan upaya untuk mengurangi jumlah genangan air di tempat-tempat yang rawan terjadi banjir. Meskipun nyatanya pada ujung muara Sungai Bendung yang luasnya sepanjang 5 km sudah diperbaiki pada tahun 2014 lalu namun jalan disekitarnya masih saja tetap banjir.
Menanggapi hal tersebut Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air, Adi Rusman mengatakan perlunya dibuat kolam retensi sehingga air yang tergenang akan dipompa.
“Kita akan membuat kolam retensi yang dikombinasikan dengan pompa yang bervolume 6 x 6 meter kubik sehingga 1 pompa nya bisa menyedot air sebanyak 6 kubik. Adapun luas kolam retensi tersebut luasnya sebesar 1,5 hektare dan tiang pancangnya akan dibuat dimuara jalan Ali Gatmir,” ungkap Adi seusai seminar Hari Air Sedunia di Ruang Rapat Parameswara Setda Kota Palembang, Selasa (22/3).
Untuk pembebasannya, Adi mengatakan telah diselesaikan pembanyarannya sebanyak 24 dari 99 Kepala Keluarga (KK) yang ada.
“Total dana yang dikeluarkan sebesar Rp 200 Milyar lebih yang telah dianggarkan untuk pembangunan kolam retensi ini. Untuk penyelesaiannya pun kita targetkan selama 3 tahun sehingga tahun 2018 pengerjaannya selesai,” jelasnya.
Setelah adanya kolam retensi ini, Adi melanjutkan diharapkan nantinya waktu genangan akan berkurang.
“Jika dulu waktu genangan banjir bisa berhari-hari dengan adanya kolam retensi ini kita harapkan waktu genangannya jauh berkurang hingga hitungan jam saja karena muara Sungai Bendung ini berasal dari kolam retensi Seduduk Putih, IBA, Polda dan Talang Aman,” tukas Adi.
(aisyah)
