Halosumsel.com –
Bakal bangun Sebanyak 11lokasi di Indonesia
Tahun ini Pertamina bakal menambah jumlah New Gantry System sebanyak 11 lokasi di Indonesia. Setelah Jakarta, Bandung dan, Surabaya, Pertamina meresmikan New Gantry System di Sumatra Selatan. Dimana New Gantry System ini merupakan yang pertama di Sumatera dan ke empat di Indonesia.
Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang mengatakan, dalam satu bulan kedepan pihaknya juga bakal meresmikan hal serupa di Merak (Lampung). Menyusul kemudian di Balongan, Pengapon (Semarang), Boyolali, Bali dan daerah lainnya.
“Kita target tahun ini bisa 11 lokasi. Merak bakal lebih dulu dibanding Medan,”katanya usai peresmian New Gantry System di Terminal BBM Kertapati,Palembang.
Dijelaskan, Sumsel menjadi lokasi keempat peresmian New Gantry System ini karena memang pertumbuhan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di daerah tersebut cukup tinggi. Ditambah lagi karena memang infrastrukturnya sudah cukup memadai.
“Sumsel juga bakal jadi tuan rumah Asian Games, ini yang membuat kita prioritaskan Sumsel jadi peresmian New Gantry System pertama di Pulau Sumatra,” jelasnya.
Ia menyebutkan, Medan menjadi lokasi yang keenam untuk peresmian itu karena memang lokasinya yang cukup jauh ditempuh dari perairan laut. Namun itu tak menjadi kendala, karena memang Pertamina berniat untuk meningkatkan pelayanan dalam hal distribusi dan suplai pasokan BBM.
Dengan adanya New Gantry System, kata dia, maka layanan kepada pelanggan untuk ketersediaan BBM akan terpenuhi. “Dengan ini, pelanggan dapat menerima volume dan kualitas BBM yang jauh lebih bagus. Di Pulau Jawa sudah terbukti. Low System tidak tinggi dan pengiriman BBM dapat dengan tepat dan cepat. Meterannya juga bagus,” beber dia.
Selain itu, waktu untuk pengiriman juga dapat lebih cepat dibanding biasanya. Sehingga apabila ada satu SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) hampir habis ketersediaan BBM-nya akan bisa langsung terdeteksi. Kemudian bisa langsung dikirimkan tanpa harus menunggu adanya pemesanan dan pembelian dari pihak SPBU.
“Kita targetkan low system bisa mencapai 0,05 persen, dari saat ini yang masih 0,2 persen di beberapa wilayah,” ungkapnya.
Ahmad menjelaskan, pihaknya juga melatih SDM Pertamina untuk menerapkan sistem ini di beberapa daerah di Indonesia sebelum Pertamina menerapkannya di Kamboja dan Myanmar.
Disebutkan kedua negara itu, tahun ini menjadi target pasokan BBM Pertamina. “Kita akan pasok BBM ke Kamboja dan Myanmar. Sekarang masih pengajuan dan proses, tapi ditarget tahun ini langsung operasional,” tukasnya.
Dengan adanya sistem ini juga, maka pihaknya optimis dapat mengatasi masalah bila ada kilang yang tak bisa menyuplai BBM ke daerah lain. “Jadi bisa diambil dari lokasi lain, sehingga pasokan tidak berhenti,” cetusnya.
Untuk menerapkan sistem tersebut, Pertamina menggandeng anak perusahaan, Pertaniaga, untuk membangun dan operasionalkan New Gantry System tersebut. “Besaran investasi untuk bangun sistem ini sekitar Rp80-Rp100 miliar. Mulai dari pembangunan hingga operasional. Bangunnya sekitar 1-2 bulan, yang menjadi kendala itu adalah ketersediaan dan kelancaran listrik. Jika sudah dioperasionalkan sistem, pengisian mobil tangki BBM hanya berselang empat menit dari biasanya yang mencapai 10-15 menit. Efisiensi waktu disini,” terang Ahmad.
Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setda Sumsel, Yohanes Toruan mengungkapkan, Sumsel memang layak menjadi lokasi peresmian New Gantry System pertama di Pulau Sumatra.
“Pertumbuhan kendaraan di Sumsel cukup tinggi, sehingga memang perlu didukung pelayanan optimal dari Pertamina untuk suplai BBM ke setiap daerah di Sumsel,” jelasnya. (Ofie)

