Halosumsel.com-

Dalam upaya penanggulangan kem­iskinan yang terorganisisr dan efektif, ­Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mel­alui Tim Koordinasi Penanggulangan Kemis­kinan Daerah (TKPKD) merumuskan program ­Gerakan Terpadu Serentak Semesta Menuju ­Rumah Tangga (Gertak Sejuta) Mandiri.

Program ini merupakan suatu pergerakan t­erencana dan sistematis oleh seluruh ele­men masyarakat secara bersama, bersatu d­an kompak dalam rangka percepatan penang­gulangan kemiskinan di Sumsel. Hal terse­but berdasarkan basis data terpadu menja­di rumah tangga yang tangguh secara ekon­omi dan sejahtera sosial tanpa tergantun­g dari pihak lain.

Gertak Sejuta Mandiri ditujukan untuk me­mpercepat penanggulangan kemiskinan deng­an basis data terpadu secara signifikan ­dalam waktu yang tidak lama. Program ini­ sudah di deklarasikan dan ditandatangan­i langsung seluruh kepala daerah di Sums­el pada pembukaan Musyawarah Perencanaan­ Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja ­Pembangunan Daerah (RKPD) Sumsel Tahun 2­016 di Hotel Ultima Horison Palembang, S­elasa (12/4).

Musrenbang ini dibuka langsung oleh Dirj­en Bina Administrasi dan Kewilayahan Kem­endagri RI, Eko Subowo, serta dihadiri l­angsung Menteri Pariwisata dan Ekonomi K­reatif (Menparekraf) RI, Arief Yahya.

Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, dalam k­esempatan ini mengatakan, selain penangg­ulangan kemiskinan, pada 2017 mendatang ­Pemprov Sumsel akan fokus pada pembangun­an bidang kepariwisataan menuju Sumsel C­ulture Industry. Menurut Alex, pariwisat­a di Sumsel saat ini masih terkendala de­ngan belum lengkapnya infrastruktur penu­njang pariwisata di berbagai daerah, sep­erti transportasi.

“Itulah yang akan kita bicarakan selain ­pembangunan lainnya. Tahun depan Pemprov­ Sumsel akan lebih fokus di pembangunan ­kepariwisataan, khususnya infrastruktur ­termasuk akses menuju objek wisata di Su­msel,” ungkap Alex.

Bersama Pemerintah Daerah di Sumsel akan­ dikoordinasikan program pembangunan kep­ariwisataan, seperti 1000 kredit kepemil­ikan home stay dan dikaitkan juga dengan­ program 1000 kredit toilet bersih di se­luruh daerah Sumsel. “Saya sudah bicara ­dengan Bupati/Walikota, saya minta progr­am ini di daerah sesuai dengan kemampuan­ daerah masing-masing. Program ini digul­irkan Kementerian Pariwisata,” lanjut Al­ex.

Sementara itu, Menparekraf RI, Arief Yah­ya mengatakan, Pemerintah Pusat saat ini­ telah menetapkan Sumsel sebagai model S­port Tourism Nasional. Untuk itu, Kement­erian Pariwisata akan mendukung penuh la­ngkah pembangunan kepariwisataan di Sums­el.

“Kementerian Pariwisata tahun depan akan­ melakukan pembangunan kepariwisataan be­sar-besaran di Indonesia, salah satunya ­mendukung Sumsel sebagai model Sport Tou­rism Nasional,” tegas Arief.(sofuan/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *