Halosumsel.com-
Terkait diturunkan harga BBM awak April lalu, Dinas Perhubungan Komunikasi Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Banyuasin bersama Organda Banyuasin, menetapkan tarif angkutan kota dan angkutan desa di Bumi Sedulang Setudung turun sebesar Rp 500.

“Ada 25 lintasan trayek diwilayah Banyuasin. Setiap lintasan trayek ini diberlakukan penurunan tarif yang sama yakni Rp 500 baik untuk penumpang umum maupun para pelajar,” kata Kepala Dinas Kominfo Banyuasin Supriadi, Kemarin (18/4).

Ia mengatakan, penyesuaian tarif angdes Banyuasin ini dilakukan sesuai dengan prinsip penghitungan tarif dengan komposisi tetap mengedepankan keberlangsungan hidup usaha angkutan dan keterjangkauan masyarakat pengguna angkutan itu sendiri.

“Dilihat dari persentase penyesuaian tarif penurunan ongkos angkutan hanya 4,29 persen dari sebelumnya,” jelasnya.

Penyesuaian tarif angkutan umum di Kabupaten Banyuasin ini berlaku sejak 14 April 2016, hasil keputusan ini juga sudah disosialisasikan kepada para pengusaha jasa angkutan, supir dan kernet untuk dijalankan sebagaimana mestinya.

“Sosialisasi kita lakukan dalam rapat penyampaian keputusan penyesuain tarif angkutan bersama para pelaku jasa angkutan yang berlangsung hari ini di ruang rapat Dishublominfo Banyuasin,” ungkapnya.

Selain itu disetiap angkutan umum nantinya akan tempel stiker tarif resmi angkutan yang harus dibayar penumpang saat menggunakan jasa angkutan tersebut. Sebagai sosialisasi kita akan sebar stiker di angdes.

Yudi (42) sopir angdes tidak keberatan dengan penyesuaian tarif angkutan yang ditetapkan Dishubkominfo.

“Kami tidak mempermasalahkan, asalkan lakukan perbaikan jalan dan lakukan penertiban angkutan liar yang marak beroperasi di Banyuasin,” katanya.

Akses jalan banyak berlubang kerap menimbulkan kecelakaan selain itu angkot liar tanpa trayek resmi marak beroperasi.

“Rawan kecelakaan dan rebutan penumpang dengan angkot liar masih menjadi kendala para supir,” jelasnya.

Bahkan ada banyak angkutan liar berplat luar Banyuasin beroperasi menaikan dan menurunkan penumpang di Banyuasin.

Para sopir juga meminta Dishubkominfo Banyuasin tegas dalam melakukan penertiban. Selain itu mereka juga berharap dibangunkannya terminal angkutan umum di Kota Pangkalan Balai.(walbro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *