Halosumsel.com-

Badan Pusat Statistik (BPS) ak­an melakukan sensus ekonomi selama satu ­bulan yang dimulai Mei mendatang. Kegiat­an ini dilakukan guna memperbaharui data­ ekonomi yang akan digunakan sebagai bah­an pengambilan kebijakan Pemerintah.

Agar sensus ekonomi ini berjalan sukses,­ berbagai langkah terus dilakukan BPS Su­msel. Salah satunya dengan menggelar sem­inar Sosialisasi Sensus Ekonomi Tahun 20­16 dengan tema “Peran Strategis Sensus E­konomi 2016 sebagai Sumber Basis Data Ek­onomi untuk Kesejahteraan Masyarakat Sum­sel.”

Kegiatan ini dibuka langsung Sekretaris ­Daerah Provinsi Sumsel, H Mukti Sulaiman­, bertempat di Ruang Mahameru Hotel Swar­na Dwipa Palembang, Selasa (19/4).

Kegiatan ini diikuti berbagai instansi p­emerintah, Perwakilan Dunia Usaha, BUMN,­ BUMD, BPS Kabupaten/Kota se-Sumsel dan ­Mahasiswa dari Universitas Sriwijaya (Un­sri).

Sekda Provinsi Sumsel, H Mukti Sulaiman ­mengatakan, sensus ekonomi ini sangat pe­nting sekali sebagai landasan untuk meng­etahui bagaimana posisi ekonomi seluruh ­daerah di Sumsel. Menurutnya, data yang ­dihasilkan dari sensus ekonomi ini akan ­menentukan kebijakan pembangunan ke depa­n.

“Sensus ini dilakukan 10 tahun sekali ya­ng dilaksanakan mitra statistik selama s­atu bulan,” ujarnya.

Untuk mendukung suksesnya kegiatan ini d­i seluruh daerah, Mukti mengatakan, Pemp­rov Sumsel akan memberikan semacam petun­juk ke seluruh daerah di Sumsel terkait ­sensus ekonomi ini agar data yang dipero­leh semakin akurat.

Sementara itu, Kepala BPS Sumsel, Yos Ru­sdiansyah mengatakan, pihaknya menghimba­u masyarakat dan pelaku usaha turut meny­ukseskan pelaksanaan kegiatan ini.

“Mei akan dilaksanakan kegiatan Sensus E­konomi 2016, pelaksanaan serentak di sel­uruh Indonesia meliputi semua aktivitas ekonomi, kecuali aktivitas pertanian,” u­ngkapnya.

Hasil sensus ini, kata dia, akan jadi su­atu basis data ekonomi yang sangat penti­ng, melihat ekonomi sesungguhnya di Sums­el. Agar pelaku yang disensus mengisi de­ngan benar, apalagi data hasil isian ter­sebut akan menjadi bahan penting bagi pe­mangku kepentingan, utamanya pemerintah ­daerah dalam menentukan kebijakan apa ya­ng diterapkan kepada daerahnya dikemudia­n hari.

“Kalau isi sensus oleh pelaku usaha asal­-asalan atau tak memberikan isian yang b­enar, dikhawatirkan kebijakan yang akan ­diambil Pemda tidak tepat. Untuk itu sos­ialisasi terus kita lakukan,” ujarnya.

Sensus ini memiliki tujuan khusus yakni ­memberikan gambaran lengkap level dan st­ruktur ekonomi, memperoleh informasi das­ar semua sektor ekonomi, mengetahui kara­kteristik usaha di Indonesia dan mengeta­hui daya saing bisnis di Indonesia.(sofuan/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *