Palembang, Halosumsel– Catatan Tertinggal dari Sialang Expo 2026
Antara Promosi UMKM dan Pengenalan Kelurahan
Sudah lebih dari satu pekan kegiatan Sialang Expo 2026 berlalu.
Masih terbayang dibenak semaraknya pelataran Masjid Al Ikhlas Jalan Musi Raya Timur Kelurahan Sialang Kecamatan Sako saat itu. Bahu jalan seputar perhelatan berlangsung ditutupi tenda-tenda yang berbaris memanjang. Jalan terasa agak sempit karena dipakai sebagai tempat kegiatan. Ada spanduk berukuran besar terlihat di sisi Masjid Akbar Al Ikhlas yang bertuliskan Sialang Expo 2026, pada 2-5 Mei 2026. Namun suasana menjadi lebih dinamis. Lalu-lalang kendaraan terutama pada pembukaan expo justru membuat suasana lebih meriah. Tidak menimbulkan kemacetan. Panitia terpadu sudah mengatur semuanya.
Setingkat kelurahan mengadakan kegiatan Expo merupakan langkah yang berani. Patut diacungi jempo dan diapresiasi karena biasanya yang mengadakan expo itu perusahaan-perusahaan besar atau instansi dan lembaga yang terkait dengan kegiatan ekonomi. Namun ini tingkat kelurahan.
Ada rasa kagum. Ada rasa bangga. Ada rasa bahagia sebagai warga kelurahan Sialang. Betapa tidak, ditengah kegelisahan karena harga-harga yang melambung tinggi dan terbatasnya daya beli masyarakat, expo ini muncul untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.
Walikota Palembang Ratu Dewa pun mendukung penuh Sialang Expo 2026 ini. Dia berharap kegiatan ini akan berlangsung berkesinambungan dan tidak sekedar seremonial belaka.
Sialang Pelopor Expo Tingkat Kelurahan
Hal yang perlu menjadi catatan penting untuk digaris bawahi adalah lahirnya ide untuk mengadakan expo tingkat kelurahan di Palembang. Untuk pertama kalinya dalam catatan pemerintahan Palembang, kelurahan menjadi penyelenggara expo dan berhasil.
Di Palembang jumlah kelurahan mencapai 107 dari 18 kecamatan yang ada di ibukota Sumatera Selatan ini.
Jika saja semua kelurahan memiliki ide-ide kreatif layaknya Kelurahan Sialang alangkah pesatkan perkembangan ekonomi kota ini karena aktifnya pemerintahan di tingkat bawah.
Lurah Sialang Dan Iqbal menuturkan Sialang Expo 2026 ide awalnya dari salah satu ketua RT muda di Kelurahan Sialang. Dia mengakui penyelenggaraan perdana ini masih banyak kekurangan disana-sini. Hal ini menjadi evaluasi dan pemacu semangat agar penyelenggaraan expo pada 2027 mendatang akan semakin baik dan menjadi contoh kelurahan lain khususnya di Palembang.
Pengamat Ekonomi Sumatera Selatan, Amidi mengatakan
expo memang bermanfaat dan dapat membantu UMKM baik dilaksanakan di tingkat kelurahan maupun kecamatan atau kota.
Alasannya karena expo akan mempertemukan konsumen yang akan bertransaksi di suatu tempat bahkan terkadang mereka tidak sengaja lewat terlihat ada expo mereka mampir.
“Jadi justru kalau bisa expo dan even lain yang melibatkan UMKM harus sesering mungkin agar usaha kecil menengah ini terbantu. Hanya UMKM jangan dibebani sewa tempat atau lapak yang mahal justru mereka harus dibantu bila perlu digratiskan. Kan pemerintah punya dana pembinaan atau bisa meminta sponsor mitra pemerintah,” kata Amidi.
Kemudian yang perlu dilakukan kata Amidi dalam expo itu selain mereka berjualan mereka dibantu juga dalam hal promosi. “Misalnya di Kelurahan A ada makanan yg dibuat dengan inovasi.Contoh naget ikan lele maka itu harus di ekspos. Bila perlu dibuat dan disiapkan cara prosesnya sampai hasil akhir,” katanya.
Dia berharap dalam expo pun bisa dilakukan pendampingan baik dari pemerintah melalui dinas perdagangan dan industri maupun dari pengusaha yang sudah sukses karena lemerintahan yang bisa mengaksesnya
Kemudian yg tdk kalah penting kata Amidi adalah kontinuitas expo setelah di kelurahan A lakukan lagi di B lakukan lagi di C dan seterusnya.
Selanjutnya setiap ada even harus melibatkan UMKM. Usahakan ada jadwal khusus expo di setiap kelurahan dan kecamatan serta di tingkat kota. Bila perlu setiap minggu harus ada ajang UMKM di mal-mal secara gratis seperti yang sering KADIN Sumsel bekerjasama dengan pengelola mal.
Lurah Sialang Dan Iqbal mengatakan Sialang Expo selain ajang peningkatan ekonomi juga kesempatan untuk memperkenalkan nama kelurahan Sialang yg selama ini belum memasyarakat. “Jadi ini kesempatan kami untuk mengenalkan nama Sialang karena kalau ditanya sepuluh orang hanya satu yang tahu dimana kelurahan Sialang,” kata Dan Iqbal.
Kelurahan Sialang terdiri dari 13 RW (Rukun Warga), 69 RT (Rukun Tetangga), sekitar 7.000 KK (Kepala Keluarga) dan 20.000 jiwa lebih. Kelurahan masuk dalam wilayah pemerintahan Kecamatan Sako dengan luas sekita 291 hektar. Di kecamatan Sako terdapat 4 kelurahan masing-masing Kelurahan Sako, Sako Baru, Sialang dan Sukamaju.
Walikota Palembang Ratu Dewa berharap Sialang Expo dapat menjadi agenda tahunan yang mampu mengangkat potensi lokal sekaligus menjadi contoh bagi kelurahan lain untuk mengembangkan kegiatan serupa berbasis pemberdayaan masyarakat.
“Beragam kegiatan tersebut diharapkan mampu mempererat kebersamaan warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat,” kata Walikota Ratu Dewa.
Kini yang tertinggal cerita tentang Sialang Expo. Agar tetap melekat dihati masyarakat khususnya Sialang dan Kecamatan Sako kitq semua berharap kegiatan ini secara rutin dilaksanakan. Akan lebih baik menjadi agenda bulan atau even hari-harri besar lainnya. Sudah tentu dengan evaluasi sana-sini. (Ida Syahrul)





