Halosumsel.com-
Menekan adanya korban akibat serangan Penyakit Demam Berdarah Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin melakukan sosialisasi dalam penanggulangan DBD di Desa Purwosari Kecamatan Sembawa tepatnya di Masjid Pondok Pesantren Sabilul Hasanah.
Tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin dan dari Puskesmas Kecamatan Sembawa memberikan penyuluhan tentang DBD dan Chikungunya.
Tujuan dilakukan penyuluhan tersebut adalah untuk menekan angka kasus DBD di Lingkungan warga yang kecenderungan mengalami peningkatan kasus setiap tahun.
Peningkatannya sekitar 2 persen dari tahun ke tahun. Oleh sebab itu perlu dilakukan penyuluhan. “Sebenarnya kegiatan ini bukan sekedar penyuluhan lebih dari itu sebagai pemberitahuan kepada lembaga pendidikan dan Warga Desa bagaimana DBD bisa ditekan,” Ujar Kasi Pengendalian dan pemberantasan penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin Firmanto SKM MKM. M.Med.Sc Rabu (20/4) di ponpes Sabilul Hasanah.
Firmanto mengatakan, bahwa penyakit DBD sering menyerang anak anak dibanding orang dewasa namun akhir akhir ini kecenderungan mulai menyerang orang tua atau dewasa.
Kalau anak anak di bawah 15 tahun menjadi lebih mudah terserang DBD karena biasanya anak anak daya tahan tubuhnya lebih lemah dibanding orang dewasa.
“Penyakit DBD sampai sekarang belum ditemukan vaksin atau obatnya, namun dengan bantuan medis orang terjangkit DBD biasanya ditambah cairan untuk membantu pemulihan pasien,” Kata Firmanto.
Lebih lanjut dikatakan, penyebaran virus DBD yang dibawa oleh nyamuk ades agepty tidak kenal musim bisa sepanjang tahun. Namun pada umumnya terjadi peningkatan kasus pada saat bulan Oktober sampai desember.
Karena musim tersebut curah hujan tinggi, seluruh penampungan air jadi penuh oleh sebab itu perkembang biakan nyamuk akan mengalami peningkatan.
Langkah yang harus dilakukan adalah dengan cara 3 M menguras, mengubur dan menutup plus memberi ikan ke tempat penampungan air.
“Dengan penyuluhan massiv ini diharapkan akan dapat menekan peningkatan kasus DBD pada masa-masa yang akan datang, kami harapkan kesadaran masyarakat untuk membiasakan pola hidup bersih dan sehat,” Tururnya.
Dari pantauan dilapangan kegiatan penyuluhan tentang DBD dan chikungunyah di Pondok Pesantren Sabilul Hasanah berjalan dengan lancar dan ramai para santri aktif bertanya dan dihadiri oleh pengurus yayasan Ponpes Sabilul Hasanah beserta para guru dan warga sekitar pesantren.(waluyo)

