Halosumsel.com-
Gabungan ratusan orang yang mengatas namakan Aliansi Masyarakat Muba Timur (AMMT) mulai pukul 08.30 wib Rabu (20/4) menggelar aksi dari desa Pinang Banjar long march menuju pasar Sungai Lilin hingga menutup satu jalur jalan lintas timur Sumatera kabupaten Musi Banyuasin yang sempat membuat ratusan berbagai jenis kendaraan mengalami kemacetan panjang.

Aksi ini dari informasi yang dihimpun dikordinatori oleh Danres itu bertujuan untuk mendesak percepatan pemekaran daerah karena yang dianggap sudah sangat mendesak bagi masyarakat di enam kecamatan yang menamakan diri Muba Timur yang sudah mendapatkan persetujuan aspirasi masyarakat sebanyak 90 desa dari 111 desa yang berada di enam  kecamatan dalam kabupaten Muba.

Dalam orasinya ratusan massa yang tergabung dalam AMMT tersebut mendesak DPRD Muba untuk segera mewujudkan aspirasi rakyat dengan membentuk pansus DOB Muba Timur, mendesak pemkab Muba dan provinsi Sumatera Selatan agar memberikan persetujuan pemekaran DOB Muba Timur.

Pada aksinya mereka meminta anggota DPRD Muba yang berasal dari dapil Keluang, Babat Supat, Sungai Lilin, Tungkal Jaya, Bayung Lencir dan kecamatan Lalan untuk segera memyampaikan aspirasi terhadap tuntutan pemekaran DOB Muba Timur serta meminta camat Sungai Lilin menandatangani fakta integritas dukungan terhadap DOB Muba Timur.

Lumpuhnya jalan lintas sumatera yang diakibatkan banyak pengendara yang mengeluh karena dalam aksi ratusan massa sempat berjalan kaki menggunakan sebelah jalur yang mengakibatkan pihak kepolisian mengatur jalur dengan sistem buka tutup.

Salah seorang supir ekspedisi Agus (30) mengatakan dengan adanya aksi yang dilakukan ditengah jalan mengakibatkan banyak kerugian bagi angkutan.

“Aksi yang dilakukan ratusan massa tersebut sangatlah merugikan bagi kami, selain terlambat waktu pengiriman, uang jalan kamipun jelas berkurang, karena sebelum waktunya kami harus mampir diwarung-warung yang terdekat untuk membeli makanan, menunggu antrian jalur sistem buka tutup,” jelasnya.

Menurut warga Tempino Jambi itu bahwa Kondisi kemacetan ini berdampak buruk baginya sebagai buruh sopir dan meminta kepada pihak kepolisian supaya bertindak cepat dari aksi itu jangan membawa pihak merugi lebih banyak lagi, jelasnya.

Kemacetan dampak dari aksi masa itu dibenarkan oleh pihak kepolisian Lalu Lintas. Aksi yang dimulai sekira pukul 08.30 WIB tersebut sempat menimbulkan kemacetan beberapa jam lamanya. Kemacetan hingga tujuh kilo meter dari dua arah.

“Diperkirakan kemacetan kurang lebih tujuh kilometer dari jalur dua arah. Arus Lalu lintas tersendat, namun tidak terjadinya kemacetan secara total karena kita buat sistem buka tutup,” jelas Kasatlantas Muba AKP Feriza Lubis SH melalui Kaposlantas Sukamaju Bripka Z Samosir SH.(waluyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *