Halosumsel.com-
Berdalih butuh uang untuk bayaran anak sekolah, Ari (25) warga Jalan R Sukamto Lorong Mesjid Kecamatan Kemuning, nekat melancarkan aksi pencurian dengan kekerasan terhadap korban Soleh Andrianto (31) warga Jalan R Sukamto Lorong Masjid No 148 RT 05 RW 03 Kecamatan Kemuning pada 24 April 2016 lalu, tepatnya pukul 00.30 WIB. Korban yang nyaris terluka karena tombak, akhirnya pasrah menyerahkan uang Rp 100 ribu kepada tersangka.

Penangkapan yang dipimpin langsung Kanit Pidana Umum Polresta, AKP Robert Perdamaian Sihombing SH ink berlangsung ketika tersangka sedang nongkrong di depan lorong rumahnya. Tak ingin buruannya kabur, petugas menangkap paksa tersangka.

“Modus operandi yang tersangka lakukan tidak lain meminjam uang. Karena tidak diberi, tersangka dan temannya HR (DPO) menancapkan tombak di depan pintu rumah korban. Usai memukuli korban, tersangka tetap meminta uang sebesar Rp 100 ribu. Ketakutan, korban pun memenuhi permintaan tersangka. Kini berkasnya masih terus kami lengkapi, sementara rekannya HR yang masih berkeliaran, kami himbau untuk menyerahkan diri, jika tidak tetap akan kami tangkap,” tegas Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede SIk MH ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Mengenai hukuman yang akan dikenakan pada tersangka ini, ayah dua anak ini menambahkan tersangka akan dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.

“Mereka ini beraksi cukup berani. Jika korban tidak menghindar, bisa saja mencelakakan korbannya, oleh karena itu kami jerat dia pasal 365 KUHP. Dalam aksinya ini, terhitung untuk ketiga kalinya. Dan menurut pengakuannya, mereka ini dibawah pengaruh minuman keras,” tambah Maruly serius.

Sementara, Dalam laporan korban yang tertuang dalam bukti : LP/B-1080/IV/2016/Resta, korban menjelaskan dibawah tekanan, isteri korban, Aprilia sedang berada di rumah. Kedua pelaku mendatanginya dengan maksud meminjam uang Rp 100 ribu, karena tidak diberi korban kembali menutup pintu.

“Ketika itu, pelaku Ari mengedor rumah dan berkata “apabila pintu tidak di buka akan di dobrak,” dari itu kami membuka pintu lagi dan mengatakan baik-baik kalau kami sedang tidak ada uang. Kemungkinan dia tidak terima, lantas dia menancapkan tombak ke arah saya, beruntung hanya tertancap dipintu. Tak mau ambil resiko, saya terpaksa memenuhi permintaannya,” tutur korban pasrah saat melapor ke pihak berwajib. (selfy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *