Halosumsel.com-
Kondisi tempat Ibadah bagi Umat Muslim yang terdapat didalam lokasi areal Terminal Induk Banyuasin di Kelurahan Rimba Asam tepatnya berdampingan dengan kantor Camat Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan ini sepertinya sengaja dibiarkan tidak dirawat.
Selain sudah dalam kondisi rapuh, secara fisik sangat memprihatinkan dan pihak terkait termasuk dari Dishubkominfo yang berpotensi untuk merawatnya justru tidak sama sekali menyentuhnya, padahal yang setiap tahun dilokasi terminal itu selalu terlihat ada upaya perbaikan.
Yang diherankan banyak kalangan justru tempat Ibadah Umat terbesar di Indonesia tak ada yang memperdulikanya, termasuk ada warga yang beraktipitas didalam kawasan itu pun sepertinya enggan memeliharanya.
” Percuma dibangun kalau cuma dibiarkan rusak berantakan dan lebih miris lagi berbagai pasilitas dalam tempat beribadah itu sudah bukan lagi layak sebagai untuk melakukan aktitipitas keagamaan lagi”, ujar Mario (42) pengemudi Truk Ekspidisi yang beristirahat disebuah warung (27/5).
Karena kondisinya sangat kotor dan sangat tidak layak lagi untuk Sholat, maka dikala saya mampir untuk Sholat cukup menggelar Karpet disamping mobilnya diparkir ini.
Mario juga mengaku heran setelah melihat kondisi tempat Umat Muslim dengan keberadaan yang sangat-sangat memprihatinkan, sementara disepanjang perjalanya dari Jakarta-Jambi terlihat banyak aktipitas petugas Masjid yang meminta-minta ditengah jalan lintas.
Warga yang mengaku kelahiran Medan Selatan dan menetap Muara Bungo Jambi ini prihatin melihat tempat Ibadahnya tidak terurus bahkan dibiarkan rusak berantakan dan rimbun ditumbuhi berbagai tumbuhan semacam itu.
Sementara itu Heriyanto salah seorang tokoh dan pemerhati lingkungan di Banyuasin yang menyempatkan dirinya melihat lebih dekat komplek kawasan terminal wsrisan Pemerintah Kabupaten Muba ini kepada awak media yang mendampinginya sangat menyayangkan setelah melihat dengan mata kepala sendiri bahwa cara pengelolaan terminal Induk ini dilaksanakan tidak dengan baik.
Heriyanto menilai dua Bupati yang memimpin Banyuasin selama ini gagal dan harta warisan itu tidak dikelola baik sehingga tidak dapat meningkatkan PAD Banyuasin dan ironisnya lagi dilokasi yang setiap tahun ada anggaran perbaikan, tetapi tempat Ibadah justru dibiarkan rusak berantakan.
Penghuni yang ada didalam terminal itu pun bagaimana statusnya apakah mereka itu sistem menyewa atau sekedar menempat bangunan oasilitas negara yang sengaja tidak dioptimalkan aktipitasnya oleh petugas terminal atau bagaimana tidak jelas, apalagi untukengelola dan memelihara tempat ibadahnya.
Yang membuat malu sangat mendalam rasanya sebagai bagian dari Masyarakat Banyuasin bahwa posisi Terminal Induk itu tepat ada ditepi ruas jalan lintas sumatera timur dan dilihat dari aktipitas terminal itu hanya terlihat petugas berseragam Dishub dalam aktipitas pemungutan retribusi ditengah ruas Jalintim saja, pun tepat pemungutan itu sepertinya sengaja dibiarkan dalam kondisi jalan yang rusak.
Dirinya berharap kepada Kadishub Banyuasin, jika menganggarkan perbaikan areal terminal induk itu supaya masalah tempat ibadah umat muslim itu diutamakan, jangan justru upaya perbaikan iti dijadikan tempat memperkaya diri dari nilai anggarannya.
Selain itu kata Heriyanto, kepada warga sebagai penghuni dalam terminal itu supaya lebih kreatif untuk memelihara tempat ibadahnya, agar para pengemudi yang Muslim saat beristirahat didalam terminal tidak kesulitan nelakukan Sholatnya.
Untuk itu lanjut Heriyanto, dengan kondisi semacam ini pihaknya akan membuat agenda yang nantinya akan melayangkan surat kepada Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian termasuk kepada Ketua DPRD Banyuasin terkait kelangsungan kondisi terminal itu demi kelangsunganya sebagai pendongkrak PAD dan meminta jangan sampai dibiarkan terbengkalai semacam itu dan Camat Betung supaya mencatat bahwa salah aset yang morat-marit itu dijadikan sentral transpotasi darat diberbagai jurusan berjalan optimal.
Yang Dia kwatirkan, latar-belakang kondisi terminal itu akan dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk melakukan aktipitas maksiat saja, tandasnya.
Sayangnya hingga berita ini diterbitkan dari pihak pengelola Terminal Induk Kabupaten Banyuasin belum ada yang berhasil untuk diminta konfirmasinya termasuk Kadishub Banyuasin.(waluyo)
