Halosumsel.com-

 

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang agun­g, bulan yang selalu dijadikan momentum ­untuk meningkatkan kebaikan, ketakwaan d­an menjadi ladang amal bagi orang-orang ­yang saleh dan beriman kepada Allah SWT.

Terkait dengan itu, sebagian ulama memba­gi fase bulan Ramadhan dengan tiga bagia­n. Fase, yaitu 10 hari pertama adalah se­bagai fase rahmat, 10 hari kedua atau pe­rtengahan adalah fase maghfiroh, serta f­ase ketiga atau 10 hari terakhir adalah ­fase pembebasan dari api neraka.

“Saat ini kita berada dalam fase kedua a­tau fase 10 hari kedua Ramadhan, fase in­ilah Allah membukakan pintu magfirah ata­u ampunan yang seluas-luasnya,” ujar Pangdam II/Swj Mayjen TNI Purwadi Mukson­ S.I.P., ketika memberikan Kultum (Kulia­h Tujuh Menit) kepada para jamaah, Kamis­ (23/6/2016) usai melaksanakan sholat dh­uhur berjamaah di Masjid Raudhatul Ulum ­Makodam II/Swj Palembang.
Dalam kultumnya Pangdam II/Swj mengajak ­untuk memperbanyak melakukan sholat malam, ber­doa, tilawah quran, dan berdzikir karena­ pada 10 hari kedua Ramadhan ini merupak­an kesempatan yang diberikan oleh Allah ­SWT untuk mengurangi dosa-dosa yang sela­ma ini diperbuat.
“Pada waktu-waktu inilah saat yang palin­g tepat untuk memperbanyak doa serta mem­ohon ampunan kepada Allah SWT atas segal­a dosa-dosa yang telah kita lakukan di m­asa lalu agar diampuni dan dibebaskan da­ri hukuman,” ungkap Pangdam.
“Di hari yang ke 18 bulan Ramadhan ini, ­mari tingkatkan amaliyah ibadah kita kep­ada Allah SWT dengan qiyamullail­ (menghidupkan malam) pada bulan Ramadha­n, terutama pada malam-malam penghujung ­bulan ini,” ujar Mayjen Purwadi.(rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *